iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL, HEADLINE

ANPM aktualisasi proyek Bayu-Undan pada Presiden Horta

ANPM aktualisasi proyek Bayu-Undan pada Presiden Horta

Ketua Otoritas Nasional Perminyakan dan Mineral (ANPM), Florentino Soares Ferreira bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Istana Kepresidenan Republik, Bairro Pite, Dili. Foto Tatoli/Egas Cristovão

DILI, 16 mei 2023 (TATOLI)— Ketua Otoritas Nasional Perminyakan dan Mineral (ANPM), Florentino Soares Ferreira mengaktualisasi proyek ladang Bayu-Undan kepada Presiden Republik, Jose Ramos Horta.

“Kami dari ANPM hari ini melakukan pertemuan dengan Presiden Republik,  untuk mengaktualisasi tentang pekerjaan yang berkaitan dengan Bayu- Undan, dan prosesnya,” kata Ketua ANPM pada wartawan usai bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta di Istana Kepresidenan Dili, senin.

Menurutnya,  pendapatan Timor-Leste (TL), sangat bergantung pada  minyak bumi di sumur Bayu-Undan. “Kami juga menyampaikan tentang kemajuan dari proses pengeboran sumur lainnya, dan juga perencanaan proyek Bayu-Undan di masa depan yang akan melakukan penyimpanan pada karbon,” jelasnya.

Berita terkait : Produksi migas terancam habis, IFC dukung ANPM eksplorasi potensi bayu undang

Dikatakan, untuk pertama kali TL melaksanakan proyek pengeboran minyak bumi didaratan, Suai, Covalima.

“Proyek lain yang akan diexplore di daratan, artinya memberikan pekerjaan kepada Warga TL,  dan juga perusahaan lokal juga dapat berpartisipasi dalam industri perminyakan ini,” jelasnya.

Ditambahkan, ada juga sumur baru Greater Sunrise yang ada didasar laut, dan berharap beberapa explore tersebut dapat memberikan hasil, sehingga digabungkan dengan proyek didaratan dan laut berjumlah 14 hingga 16 proyek.

“Ini bisa memberikan harapan kepada TL untuk masa depan, dan bisa mendapatkan pendapatan yang dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi negara,” harapnya.

Selain itu, ANPM juga memberikan peluang dengan membuka 49 blok di TL untuk memberikan kesempatan kepada investor asing untuk berinvestasi pada kekayaan Timor-Leste, seperti magnet, emas, perak, marmer dan lainnya.

“Tim kami telah mempromosikannya di Singapura, dan minggu depan akan dilakukan di Indonesia. Kami percaya bahwa dalam waktu dekat, kita akan menandatangi kontrak di sektor konstruksi yang dapat memberikan kesempatan kerja bagi WNTL dan  juga perusahaan lokal,” ungkapnya.

Berita terkait : PN setujui rancangan aturan tentang Bayu-Udan

Selain itu, untuk pengeboran di kotamadya Covalima ai masih dalam proses, dan saat ini ANPM masih menungu hasil tes laboratorium.

Sementara itu, dalam pertemuan Presiden Republik, Jose Ramos Horta, juga meminta kepada ANPM untuk berusaha agar dapat mencapai hasil yang telah direncanakan.

Sebelumnya, pada januari 2023 lalu, Ketua   ANPM, Florentino Soares Ferreira  kepada wartawan menjelaskan TL akan memanfaatkan lapangan Bayu-Undan untuk proyek CCS (Carbon Capture Storage) sebagai solusi, jika produksi minyak dan gas (migas)  terancam habis dalam waktu dekat.

“Kami akan menyuntikkan karbon dioksida (CO2) ke reservoir (waduk) gas Bayu-Undan ketika produksi di lapangan tidak lagi menghasilkan migas,” kata   Florentino.

Dia mengatakan proyek CCS adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk berkontribusi dalam memecahkan perubahan iklim. “Ini adalah komitmen yang baik untuk mengurangi jumlah CO2 di atmosfer,” katanya.

Pada 13 September 2021, perusahaan Santos dari Australia telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan ANPM selaku regulator TL untuk memajukan proyek penyimpanan karbon (CCS). Diperkirakan akan menelan biaya US$1,6 miliar, di ladang Bayu-Undan di Laut Timor.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!