iklan

INTERNASIONAL, KESEHATAN, DILI, HEADLINE

Cegah kematian ibu dan bayi, WHO-Kemenkes imbau terapkan program KB

Cegah kematian ibu dan bayi, WHO-Kemenkes imbau terapkan program KB

Presiden Republik, José Ramos Horta didampingi Perwakilan WHO di TL, Arvind Mathur dan Menteri Kesehatan, Odete Belo secara resmi membuka pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Gedung OKA, Hudi-Laran, Dili, rabu (30/11). Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 30 november 2022 (TATOLI)— Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau untuk menerapkan program Keluarga Berencana (KB) agar bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Timor-Leste (TL).

Imbauan itu dikatakan WHO dan Kemenkes TL dalam pertemuan tingkat tinggi yang  diikuti  perwakilan sepuluh (10) negara anggota dari kawasan Asia Tenggara seperti Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, India, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Indonesia. Pertemuan tersebut  digelar di di gedung OKA Hudi-Laran, Dili, rabu ini.

Pertemuan tingkat tinggi  tahun ini, WHO Timor-Leste menjadi tuan rumah penyelengara acara internasional yan difokuskan pada tema ‘Keluarga Berencana dan Perawatan Aborsi Komprehensif untuk Mempercepat Penurunan Angka Kematian Ibu’.

Presiden Republik, José Ramos Horta yang membuka secara resmi pertemuan tingkat tinggi itu, mengatakan, program KB  sangat penting untuk mencegahkKesehatan ibu dan bayi, dan  juga menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak.

Berita terkait : Timor-Leste jadi tuan rumah pertemuan regional WHO, sepuluh negara ikut partisipasi

“Budaya TL, memiliki banyak anak yang berjarak hanya satu tahun, dengan memiliki lima hingga sepuluh (10) anak, mengakibatkan seorang ibu tidak bisa beristirahat. Jadi, itu berdampak pada kesehatan ibu tidak baik, air susu tidak ada, sehingga  diperlukan untuk menerapkan program KB,” kata Presiden Republik, Ramos Horta pada wartawan usai membuka secara resmi pertemuan tersebut.

Sementara, Perwakilan WHO di TL,  Arvind Mathur, mengutarakan, pertemuan tersebut dengan tujuan untuk mempertemukan para pakar dari seluruh negara anggota, merundingkan dan mengkaji ulang layanan program KB  serta membuat rencana untuk menutupi kebutuhan yang belum terpenuhi dalam menghadapi tantangan di masa depan untuk mengurangi angka kematian anak.

“WHO berkomitmen, fokus pada kebijakan program KB di Timor-Leste, dengan memberikan pelayanan KB, yaitu dalam penggunaan metode kontrasepsi yang berbeda untuk keluarga dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dan mengharmoniskan keluarga,” katanya.

Dijelaskan, WHO merekomendasi, jarak untuk memiliki anak yaitu tiga tahun, sehingga dapat berfokus pada tumbuh kembang anak selama seribu hari, karena negara berpenghasilan rendah dan menengah, memiliki kematian ibu sekitar 94%.

“Kita harus mempercepat upaya untuk menurunkan angka kematian ini, maka rapat teknis regional ini mempertemukan para ahli di bidang KB dalam satu platform untuk berbagi praktik terbaik mereka, merencanakan dimasa depan, meningkatkan layanan dan proses mengurangi angka kematian di daerah,” imbuhnya.

Arvind Mathur menyoroti pentingnya memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pemberian pelayanan kesehatan, khususnya bantuan KB.

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan, Odete Belo mengingatkan, berdasarkan survei demografi tahun 2020, setiap rumah tangga mulai sadar mengikuti program KB. Contohnya,  setiap keluarga memiliki tujuh anak, namun saat ini berkurang menjadi empat, yang berarti memiliki kemajuan positif.

“Setelah setiap keluarga mengenal program KB, maka orangtua berencana untuk memiliki berapa anak, maka dengan informasi yang diberikan oleh petugas Kesehatan dari Kemenkes, keluarga tersebut ingin menggunakan berbagai metode untuk jarak memiliki anak,” tuturnya.

Sesuai jadwal pertemuan tingkat tinggi tersebut akan berjalan selama tiga hari terhitung 30 november hingga 02 desember 2022.  Selama   pertemuan itu, akan membahas tentang  keluarga berencana yang memiliki peran yang signifikan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak. Penggunaan berbagai metode kontrasepsi dapat mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan dengan mengatur jarak dan membatasi kelahiran.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!