iklan

INTERNASIONAL, DILI, HEADLINE

Timor-Leste dan Portugal akan lakukan kerjasama atasi masalah WNTL

Timor-Leste dan Portugal akan lakukan kerjasama atasi masalah WNTL

Presiden Republik , José Ramos Horta, melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa di Istana Belem, Portugal. Foto Media Kepresidenan

DILI, 01 oktober 2022 (TATOLI)— Timor-Leste dan Portugal akan melakukan kerjasama untuk mengatasi masalah yang dihadapi Warga Negara Timor-Leste (WNTL) yang kini hidup susah di Portugal.

Presiden Republik (PR), José Ramos Horta, senin (31/10)  melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa di Istana Belem, Portugal. Pertemuan kedua Pemimpin negara itu  membahas kerjasama antara dua negara, termasuk bagaimana  mengatasi situasi  WNTL yang kini hidup susah di Lisboa, Portugal.

Melalui siaran pers yang diakses Tatoli menyebutkan, kedua kepala negara tersebut berjanji akan mengatasi situasi dan kondisi  WNTL di Portugal untuk mencegah tenaga kerja ilegal,  explorasi dan perdagangan tenaga kerja. Semua proses harus melalui kementerian umum dan pengawasan ketenagakerjaan di perusahaan, kontrak kerja, kondisi pekerjaan dan gaji.

Berita terkait : Pemerintah Timor-Leste berusaha tangani masalah WNTL di Portugal

“Otoritas dari dua negara, sejak masalah imigran yang terjadi pada bulan agustus hingga September 2022 muncul dengan situasi   yang berbeda. Perjanjian kita dan apa yang akan terjadi menurut hukum, sehingga harus diawasi, dengan tujuan intervensi bukan hanya secara administratif namun harus berdasarkan hukum yang berlaku,”  kata Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, melalui siaran pers itu.

Menurut Kepala Negara Portugal, telah terdaftar sekitar 873 WNTL yang hidup susah di Portugal dan saat ini tinggal di tempat pengungsian.

Sementara Presiden Republik, José Ramos Horta menegaskan untuk mengindentifikasi dan harus memberikan hukuman kepada kelompok yang berbohong kepada WNTL tentang pekerjaan yang ada  di Portugal dan negara lain.

“Fenomena tersebut sering terjadi di dunia, khususnya di negara berkembang. Timor Leste sebagai negara yang bebas, tidak ada masalah untuk keluar masuk WNTL dan WNA (Warga negara asing). Sehingga sangat gampang untuk berbohong tentang pekerjaan di Portugal, Jerman dan Kanada yang kehidupannya lebih baik,” jelas Presiden Horta.

Berita terkait : Presiden Horta dan PM Taur terus pantau situasi WNTL di Portugal

Menurut Presiden Horta, TL mempunyai program agar tenaga kerja TL bekerja di Korea selatan dan Australia. Dimana banyak pemuda TL yang telah bekerja disana, namun di Portugal dengan situasi yang sangat berbeda karena harus mematuhi peraturan yang ada.

Kepala Negara itu, mengutarakan TL harus mengindentifikasi atau memberikan hukuman menurut undang undang bagi kelompok yang telah berbohong. “Karena untuk bekerja di luar negeri, beberapa kelompok   menipu kaum muda  WNTL dengan satu orang harus mengeluarkan  uang sebesar $3.000 hingga $4.000,” kata Presiden Horta.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!