iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL

MNEK Adaljiza usulkan kesepakatan perjanjian ASA antara Jepang dan Timor-Leste

MNEK  Adaljiza usulkan kesepakatan perjanjian ASA  antara Jepang dan Timor-Leste

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste, Adaljiza Magno bersama delegasi bertemu Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi di Jepang. Foto Media MNEK

DILI, 03 oktober 2022 (TATOLI)—  Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK -tetum), Adaljiza Magno dalam kunjungan kerjanya di Jepang, memberikan usulan pada Pemerintah Jepang agar bisa memiliki kesepakatan perjanjian ASA (Air Service Agreement) agar menyediakan layanan penerbangan tujuan Jepang dan Timor-Leste (TL).

Kunjungan luar negeri yang dilakukan Menteri Adaljiza bersama delegasi di Jepang bertujuan untuk menghadiri pemakaman dan memberi penghormatan terakhir pada mendiang Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Dalam hal ini, Menteri Adaljiza menggunakan kesempatan tersebut untuk bertemu dengan mitranya Yoshimasa Hayashi, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang serta pejabat tinggi Jepang lainnya.

Berita terkait : Timor-Leste dan Selandia Baru tandatangani perjanjian dibidang penerbangan

“Saya bertemu Menlu Jepang. Ini adalah pertemuan bilateral dan saya mengajukan tiga hal utama pada mereka. Saya meminta agar TL bisa berbicara dengan pihak Jepang agar kita memiliki kesepakatan ASA,” ungkap Menteri Adaljiza melalui laman resmi MNEK yang diakses Tatoli.

Sebelumnya, Pemerintah Jepang sendiri telah memberikan dukungan pada Timor-Leste untuk melakukan konstruksi pada Bandara Udara Internasional Nicolau Lobato Comoro sebesar $44 juta.

MNEK berpikir bahwa dengan dukungan ini akan lebih baik jika kedua negara bisa memiliki konektivitas secara lansung di masa mendatang.

“Kita tahu bahwa Jepang adalah pendonor paling penting bagi konstruksi bandara Nicolau Lobato. Saya mengatakan pada mereka jika kalian mengembangkan bandara kami, akan lebih baik jika kita memiliki perjanjian ASA,” ucapnya.

Berita terkait : Pemerintah setuju Perjanjian penerbangan udara TL dengan Uni Emirat Arab

Menteri Adaljiza juga mengusulkan agar kedua negara bisa memiliki kesepakantan kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) agar memberikan kesempatan bagi kaum muda Timor-Leste dapat mendapatkan pelatihan, mengembangkan skills dan bekerja di Jepang.

Ia juga meminta Pemerintah Jepang bisa mendukung TL dalam diversifikasi ekonomi dengan menghadirkan investor-investor dari Jepang untuk melakukan investasi di TL dalam berbagai bidang.

Selain isu-isu bilateral tersebut, kedua menteri juga secara singkat membahas isu-isu regional dan global seperti perang di Ukraina, masalah keamanan regional di Asia dan pencalonan Jepang ke ITLOS.

Kedua Menteri berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang yang saling menguntungkan dan Jepang ingin membantu Timor-Leste di bidang pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, dalam pertemuan lainnya Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, Hanyuda Takashi meminta pada Timor-Leste agar segera melakukan konsultasi dengan Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste agar segera menyelesaikan proses diskusi pada MoU antara kedua negara.

“Ia memberikan solusi pada kita, khususnya pihak SEFOPE (Sekretariat Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan) dapat berkoordinasi dengan Kedubes Jepang di Dili, untuk membahas kerjasama soal pengiriman tenaga kerja,” katanya.

Menteri Adaljiza dan delegasi juga mengunjungi Waseda University dan memberikan kuliah umum  kepada para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dengan topik: Peran Diplomasi Timor-Leste Menuju Perdamaian Asia.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!