iklan

EKONOMI

Ditargetkan, Pengeboran Migas Blok Pualaka mulai awal 2027

Ditargetkan, Pengeboran Migas Blok Pualaka mulai awal 2027

Ketua Otoritas Nasional Perminyakan, Gualdino do Carmo da Silva. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 02 Juni 2026 (TATOLI) – Otoitas Nasional Perminyakan (ANP) menargetkan pengeboran minyak dan gas di Blok Pualaka dapat dimulai pada awal 2027 setelah seluruh proses pengadaan dan evaluasi lingkungan selesai dilakukan.

Ketua ANP, Gualdino do Carmo da Silva, mengatakan studi seismik di Blok Pualaka telah selesai dan saat ini proyek memasuki tahap persiapan menuju pengeboran eksplorasi.

“Pengeboran sebenarnya telah disetujui untuk tahun ini, tetapi masih dalam proses pengadaan serta evaluasi lingkungan. Jika seluruh proses berjalan lancar, maka pengeboran dapat dimulai pada awal 2027,” katanya.

Ia menjelaskan proyek Blok Pualaka dioperasikan oleh TIMOR GAP melalui kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, BGP Inc., yang sebelumnya menyelesaikan survei seismik di wilayah pesisir selatan Timor-Leste, meliputi Manatuto, Manufahi, dan Viqueque.

Menurut Gualdino, saat ini TIMOR GAP sedang melakukan evaluasi data seismik sebelum menyerahkan laporan akhir kepada ANP sebagai bagian dari tahapan menuju pengeboran eksplorasi.

Ia menambahkan pemerintah telah memberikan persetujuan kepada TIMOR GAP sejak November lalu untuk melanjutkan analisis distribusi hidrokarbon, termasuk menghitung potensi volume minyak dan gas di wilayah tersebut guna mendukung pengembangan lapangan migas.

“Pengeboran di Blok Pualaka masih membuka kemungkinan menemukan minyak ataupun gas. Setelah tahap awal selesai, eksplorasi dapat dilanjutkan di wilayah Pualaka maupun lokasi lain yang memiliki potensi serupa,” ujarnya.

Proyek survei seismik tersebut sebelumnya diluncurkan oleh Perdana Menteri, Xanana Gusmão pada 11 Januari 2025 di Natarbora, Kotamadya Manatuto.

Program 2D Seismic Acquisition bernama “Café” merupakan bagian dari kontrak bagi hasil PSC-TL-OT-21-17 yang diberikan kepada TIMOR GAP Pualaka Block Unipessoal, Lda. sebagai operator tunggal. Kontrak tersebut ditandatangani pada 7 Desember 2021.

Dalam tahap awal eksplorasi, proyek mencakup survei FTG, studi pencitraan geokimia, dan survei seismik 2D. Survei FTG sepanjang 3.149 kilometer telah selesai pada September 2022, sedangkan survei seismik 2D sepanjang 266 kilometer dilakukan untuk memperkirakan potensi total hidrokarbon dan menentukan lokasi pengeboran eksplorasi di masa mendatang.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!