iklan

HUKUM, INTERNASIONAL, POLITIK, SOSIAL INKLUSIF

Indonesia dan Timor-Leste kerja sama cegah terorisme di Asia Tenggara

Indonesia dan Timor-Leste kerja sama cegah terorisme di Asia Tenggara

Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta bertemu Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar. Foto google

JAKARTA, 22 juli 2022 (TATOLI)—  Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendorong terjalinnya kerja sama dengan pemerintah Timor-Leste dalam upaya pencegahan terorisme di kawasan Asia Tenggara.

“Pertemuan ini untuk mendorong kerja sama penanggulangan terorisme di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” kata Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen), Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, kamis.

Hal tersebut disampaikan Boy usai bertemu dengan Presiden Timor-Leste José Manuel Ramos-Horta. Keduanya sepakat dalam upaya pencegahan kejahatan terorisme.

Dalam pertemuan tersebut, berdasarkan berita dari Kantor Berita ANTARA NEWS yang dikutip Tatoli, menyebutkan, Boy Rafli mengatakan bahwa BNPT menggalang kerja sama yang erat dengan unsur pemerintah, masyarakat, dan negara sahabat untuk mencegah radikalisme dan terorisme.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 tersebut mengatakan bahwa penyalahgunaan agama oleh teroris masih menjadi tren. Karena itu, kerja sama dengan organisasi agama perlu untuk menyamakan persepsi mengingat terorisme bukan bagian dari ajaran agama.

Kepala BNPT tersebut menjelaskan bagaimana narasi propaganda dengan cepat tersebar melalui dunia maya. Untuk menghadapinya, edukasi ajaran agama yang toleran dan cara berinteraksi di media sosial yang baik menjadi strategi efektif untuk diterapkan.

Saat ini, BNPT fokus bekerja pada pencegahan, kemudian membangun semangat toleransi, termasuk membangun pemahaman pada masyarakat bahwa aktivitas terorisme tidak ada kaitannya dengan agama.

“Mengedukasi masyarakat cara bermedia sosial juga penting,” kata Boy.

Sementara itu, Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta mengapresiasi langkah BNPT dalam menghadapi terorisme secara efektif. Indonesia dinilai sukses atasi terorisme.

“Pandangan ini bukan hanya dari Timor-Leste, melainkan juga dari negara Barat lainnya,” kata Horta.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang toleransi dan damai. Hal tersebut menjadi luar biasa mengingat jumlah penduduknya yang mencapai 273 juta jiwa.

“Mereka (negara Barat) melihat BNPT aktif dalam upaya pencegahan terorisme. Indonesia adalah negara muslim yang damai,” ujarnya.

ANTARA NEWS

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!