DILI, 22 Juni 2026 (TATOLI) – Jenazah Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “Lú-Olo” akan tiba di Timor-Leste pada Selasa (23/06) pagi dengan pesawat Aero Dili.
Mantan Presiden Lú-Olo meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif.
Informasi tersebut disampaikan anggota keluarga mendiang, Domingos Guterres, di kediaman keluarga di Farol, Dili.
Suasana duka menyelimuti Timor-Leste setelah kabar wafatnya Mantan Presiden Lú-Olo di Malaysia. Sehingga, keluarga besar memastikan jenazah pemimpin yang pernah memimpin negara ini akan dipulangkan dari Malaysia ke Timor-Leste menggunakan pesawat Aero Dili dan dijadwalkan tiba di Dili pada Selasa (23/6) pukul 06.00 pagi waktu Timor-Leste.
Menurut Domingos, kepergian Lú-Olo tidak hanya menjadi kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh rakyat Timor-Leste dan Partai FRETILIN yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan politik dan perjuangannya.
Berita terkait : Mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres “Lú-Olo” meninggal dunia
“Ini bukan hanya duka bagi keluarga. Seluruh bangsa, rakyat Timor-Leste, dan keluarga besar FRETILIN juga merasakan kehilangan yang mendalam,” ujarnya.
Domingos menjelaskan bahwa hingga saat ini keluarga masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah terkait prosesi penghormatan terakhir bagi mendiang. Sejumlah keputusan masih menunggu kedatangan istri mendiang sebelum ditetapkan secara resmi.
“Saat ini keluarga dan Pemerintah sedang menyiapkan kondisi minimum untuk menerima kepulangan jenazah. Namun, rincian dan agenda lengkapnya masih belum diputuskan,” katanya.
Dengan nada penuh haru dan sedih, Domingos mengenang saat mendiang berangkat ke Malaysia untuk menjalani perawatan medis. Saat itu, keluarga hanya memikirkan kondisi kesehatannya dan berharap ia dapat kembali pulih.
“Ketika beliau berangkat ke Malaysia, yang kami pikirkan hanya kesehatannya. Semua orang tahu bahwa beliau adalah sosok yang pendiam dan tidak banyak berbicara,” tuturnya.
Ia mengaku keluarga sangat terpukul ketika menerima kabar bahwa mantan Kepala Negara itu telah menghembuskan napas terakhir.
Berita terkait : Mantan Presiden Lú-Olo wafat, Presiden Ramos-Horta sampaikan belasungkawa mendalam
“Ketika kami menerima kabar bahwa beliau telah meninggal dunia, kami merasakan kehilangan yang sangat besar. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh rakyat Timor-Leste yang kehilangan seorang pemimpin yang baik,” ungkap Domingos.
Ia menambahkan, sebelum dirujuk ke Malaysia, Lú-Olo sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Dili. Keputusan untuk membawanya ke Malaysia diambil berdasarkan rekomendasi tim medis HNGV demi mendapatkan penanganan kesehatan yang lebih lanjut.
Sementara itu, Sekretaris Negara Urusan Veteran, César dos Santos da Silva, mengatakan Pemerintah terus berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan seluruh prosesi penghormatan berjalan dengan baik dan penuh penghormatan.
Menurut César, sempat muncul usulan agar jenazah dibawa ke Ossu, Kotamadya Viqueque, yang merupakan kampung halaman mendiang. Namun setelah melalui pembahasan keluarga, diputuskan bahwa jenazah akan disemayamkan terlebih dahulu di kediamannya di Farol sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Metinaro.
“Keputusan ini telah disetujui oleh keluarga. Selanjutnya kami akan mengikuti tahapan yang telah disepakati bersama,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa setibanya di Dili, jenazah akan disambut dengan upacara penghormatan militer di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato sebelum dibawa ke kediaman mendiang di Farol untuk disemayamkan.
“Pemerintah telah menyiapkan penyambutan resmi dengan penghormatan militer di bandara. Setelah itu jenazah akan dibawa ke kediaman terakhir beliau di Farol,” ujar César.
Terkait jadwal pemakaman, César mengatakan jenazah tidak dapat disemayamkan terlalu lama. Karena itu, prosesi pemakaman diperkirakan akan dilaksanakan sebelum atau paling lambat pada Sabtu mendatang, sambil menunggu keputusan akhir keluarga.
Kepergian Francisco Guterres Lú-Olo menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, kader senior FRETILIN, serta Presiden Republik yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa. Kepulangannya ke tanah air pada Selasa pagi diperkirakan akan menjadi momen penuh haru bagi rakyat Timor-Leste yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa ini.
Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú-Olo” wafat, meninggalkan istri Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, dan empat anak, Francisco Cidalino, Eldino Nobre, Felezito Samora Guterres dan Dália Luliana Nobre Guterres.
Mantan Presiden Lú-Olo yang lahir di Ossu, Distrik Viqueque, pada 07 September 1954, itu menutup usia di 71 tahun.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




