DILI, 11 januari 2022 (TATOLI)– Sekretaris Negara urusan Lingkungan Hidup, Demetrio de Amaral menegaskan akan segera melakukan operasi di pasar tradisional untuk mengidentifikasi penggunaan kantong plastik.
“Kita akan lakukan operasi pasar tentang bagaimana mengurangi kantong plastik, terlebih lagi face out plastic yang ada digudang sudah di distribusikan,” kata Sekretaris Negara, Demetrio pada TATOLI, di Suai Room Timor- Plaza, senin ini.
Berita terkait : SEA berhasil kurangi penggunaan kantong plastik dan styrofoam
Dijelaskan, kantong plastik yang sekarang beredar adalah sisa dari stock plastic yang sudah diimpor sejak tahun sebelum pemerintah menetapkan aturan pelarangan impor plastik.
“Plastic single use tidak diimpor lagi. Plastik yang sekarang masih digunakan adalah sisa dari tahun lalu. Karena, pada 2022 ini sudah tidak di izinkan untuk mengimport kantong plastik lagi di Timor-Leste. Jika, ada perusahaan yang mengimpor akan dikenai denda,” jelasnya.
Berita terkait : SEA : Perusahaan yang terus impor bahan plastik akan didenda
Dia meminta kepada masyarakat pada umumnya untuk bersama mengurangi sampah plastik di TL. Karena, sampah plastik juga memberikan dampak pada lingkungan dalam peningkatan angka kasus DBD (Demam Berdarah Dengue).
“Masyarakat harus memiliki etika yang baik untuk tidak meracuni lingkungkan, jika tidak akan memberikan wabah penyakit seperti Malaria dan Dengue,” ungkapnya.
Pemerintah sudah menetapkan Peraturan RUU No. 37/2020 tentang Politik Zero Plastik dan tidak akan ada lagi impor plastik single use ke TL, bahkan Otoritas Kebapeanan (ALFANDEGA) juga memiliki aturan sendiri untuk memberi denda pada pengimpor kantong plastik.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




