iklan

SOSIAL INKLUSIF

Manatuto juara Kompetisi Karavan dalam Peringatan Hari Laut Nasional

Manatuto juara Kompetisi Karavan dalam Peringatan Hari Laut Nasional

Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão melihat secara dekat kreativitas Kotamadya Manatutu dalam kegiatan parade Karavan yang dimulai dari Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), hingga menuju Taman Largo Licedere. Foto TATOLI/ Francisco Sony

DILI, 05 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup serta Kantor Perbatasan Maritim menyelenggarakan kompetisi Karavan dalam tiga kategori, yakni kelompok pelajar, kelompok masyarakat sipil, dan kelompok pemerintah daerah (kotamadya), dalam rangka perayaan Hari Laut Nasional yang diperingati pada 05 Juni ini.

Dalam kompetisi tersebut, Kotamadya Manatuto berhasil keluar sebagai juara dengan meraih dua trofi sekaligus, yaitu sebagai pemenang kategori Kotamadya dan kategori favorit.

Perwakilan kelompok kreatif Geração Manatuto (Jerman), António Maubusi Simão Soares, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota tim yang telah bekerja sama sehingga mampu meraih hasil terbaik, meskipun persiapan mereka hanya dilakukan selama tiga hari.

“Karya seni yang kami tampilkan hari ini mengangkat tema laut dengan moto mempromosikan dan melindungi tara bandu. Seluruh material yang kami gunakan berasal dari daerah kami sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa di Kotamadya Manatuto telah diberlakukan tara bandu untuk melindungi laut, termasuk larangan merusak terumbu karang, mengambil sumber daya laut secara merusak, dan merusak habitat berbagai jenis satwa laut.

Karena itu, kelompoknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas persiapan agar dapat kembali berkompetisi pada tahun mendatang dan mempertahankan gelar juara.

Ia menambahkan bahwa hadiah uang yang diperoleh dari kompetisi tersebut akan dikelola untuk mendukung kegiatan kelompok dan mempersiapkan berbagai material baru guna berpartisipasi dalam kegiatan tingkat nasional maupun Kotamadya.

Sementara itu, perwakilan pemenang kategori pelajar dari Kolese São João Paulo II Bedois, Genia Gonçalves da Silva, mengaku sangat senang dapat menjadi juara, meskipun sebelumnya tidak memiliki ekspektasi untuk menang karena hanya memiliki waktu persiapan selama dua hari.

“Tema yang kami angkat adalah daur ulang sampah. Kostum yang kami gunakan hari ini dibuat dari sampah yang dibuang sembarangan. Melalui tema ini kami ingin mengajak masyarakat mencintai lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengubah sampah menjadi karya daur ulang yang bermanfaat,” katanya.

Menurutnya, kelompok pelajar akan terus berupaya menampilkan kreativitas terbaik pada berbagai kegiatan di masa mendatang.

Di sisi lain, Koordinator Kotamadya Liquisa, José António dos Santos, mengaku kurang puas dengan hasil penilaian dewan juri yang menetapkan Manatuto sebagai pemenang, meskipun menurutnya peserta lain juga menampilkan tema yang berkualitas.

“Ke depan sistem ini perlu diperbaiki dan perlu melibatkan juri yang memiliki latar belakang seni. Mayoritas juri hari ini berasal dari anggota Parlemen Nasional, sehingga ke depan perlu ada penyempurnaan,” sarannya.

Ia juga menilai panitia penyelenggara seharusnya menyampaikan kriteria penilaian sebelum kompetisi dimulai. Menurutnya, peserta baru mengetahui kriteria tersebut saat kegiatan berlangsung sehingga terkesan tidak transparan.

“Seharusnya Kotamadya lain juga diberikan kesempatan yang sama, bukan hanya Manatuto. Kami juga mengangkat tema tentang kondisi laut, tara bandu, dan seni. Namun tidak masalah, kami akan terus memperbaiki diri dan kembali berkompetisi tahun depan,” ujarnya.

Salah seorang warga Colmera, Maria Antónia, mengaku sangat antusias menyaksikan parade Karavan yang ditampilkan dalam peringatan Hari Laut Nasional tersebut.

“Melalui Karavan ini, setiap kelompok menunjukkan kreativitasnya masing-masing. Terutama Kotamadya yang menampilkan berbagai bentuk kreativitas yang berbeda. Saya sangat terhibur,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Timor-Leste agar menjaga laut dengan baik, mengingat laut merupakan salah satu penopang ekonomi negara dan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir.

Karena itu, ia meminta pemerintah untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa serta memperkuat penerapan tara bandu di kawasan laut guna menjamin kelestarian ekosistem laut.

Ketua dewan juri kompetisi Karavan, Ângela Maria Corvelo de Andrade Sarmento, mengatakan seluruh peserta menampilkan karya yang sangat menarik.

“Kami melakukan penilaian secara objektif tanpa melihat asal peserta atau sekolah tertentu, tetapi berdasarkan hasil penampilan mereka. Ada lima kategori penilaian yang kami gunakan, yakni aspek tradisional, orisinalitas, kreativitas, kerja sama kelompok, dan kualitas penampilan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukanlah untuk memenangkan hadiah, melainkan meningkatkan kesadaran masyarakat agar mencintai laut dan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, meminta para jurnalis untuk kembali mendokumentasikan kendaraan hias yang digunakan oleh peserta dari Manatuto.

“Saya meminta para jurnalis untuk kembali memotret kendaraan yang digunakan hari ini. Kalian anak-anak Manatuto silakan naik kembali ke atas kendaraan agar para jurnalis dapat melihat dan mendokumentasikan apa saja yang kalian tampilkan di dalam kendaraan tersebut,” kata Xanana.

Dalam kompetisi tersebut, untuk kategori pelajar, juara pertama diraih oleh Kolese São João Paulo II Bedois dengan hadiah US$1.000, juara kedua diraih Sekolah 10 Desember dengan hadiah US$750, dan juara ketiga diraih Sekolah Kafé Baucau dengan hadiah US$500.

Pada kategori masyarakat sipil, juara pertama diraih oleh UNPAZ (Universidade da Paz/Universitas da Paz) dengan hadiah US$2.000, juara kedua Surik Timor dengan hadiah US$1.500, dan juara ketiga Mafirma Art dengan hadiah US$1.000.

Sementara pada kategori Kotamadya, juara pertama diraih Manatuto dengan hadiah US$1.500, juara kedua Ainaro dengan hadiah US$1.000, dan juara ketiga Manufahi dengan hadiah US$750. Adapun penghargaan favorit juga diraih oleh Manatuto dengan hadiah tambahan sebesar US$1.000.

Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!