DILI, 12 oktober 2021 (TATOLI)– Konfederasi Serikat Buruh Timor-Leste (Konfederasaun Trabalhadores Timor-Leste-KSTL) meminta pemerintah untuk menaikkan upah minimum (gaji standar) sebesar $200 bagi para pekerja demi menjawab kebutuhan hidup di Timor-Leste (TL).
Ketua KSTL, Almeiro Vila Nova mengatakan sejak 2014 upah minimum untuk pekerja hanya sebesar $115, dimana dinilai KSTL pemerintah telah melepaskan tanggung jawab untuk memberikan kehidupan layak untuk masyarakatnya.
“Dengan gaji mereka tidak cukup menyekolahkan anak mereka karena upah sangat kecil. Berdasarkan penelitian pada 2014, kita menganalisa bahwa untuk memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat maka upah minimum perlu dinaikan menjadi $200.00,” kata Almeiro pada TATOLI, di Kantor SEFOPE, Caicoli, senin.
Menurutnya, jika upah pekerja dinaikan, maka kemampuan pembeli akan bertambah, dan menguntungkan perputaran ekonomi di negara.
Ia menambahkan, pemerintah memiliki tugas untuk mempercepat peninjauan upah minimum di TL agar bisa diketahui upah minimum yang setara dengan kebutuhan hidup di TL.
Dijelaskan, selama tujuh tahun terhitung dari 2014 hingga 2021, pemerintahan tidak melakukan peninjauan untuk upah minimum pekerja di TL. Sehingga, bisa dipastikan kebutuhan kehidupan bisa meningkat dengan mengikuti perubahan ekonomi.
“Ini sangat lama dan seharusnya dilakukan peninjauan setiap dua tahun, upah minimum $115 mulai dari 2012 sampai 2014, namun dari 2014 sampai 2021 tidak dilakukan peninjauan lagi. Harapan kita dengan waktu yang lama ini upah minimum bisa ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua CCI-TL (Câmara Comércio Industria – TL), Oscar Lima mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan upah minimum pekerja namun harus melalui analisis agar bisa menguntungkan perusahaan dan pekerja serta pemerintah.
“Jika dinaikan harus pastikan ekonomi berjalan dengan baik. Saya minta pemerintah untuk segera meninjaunya kembali. Namun, jika dinaikkan jangan terlalu tinggi agar tidak merugikan perusahaan sendiri karena ini akan meningkatkan pengangguran di TL,” tuturnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




