iklan

POLITIK, DILI, HEADLINE

Komandan Ma’Huno dimakamkan di TMP khusus Metinaro

Komandan Ma’Huno dimakamkan di TMP khusus Metinaro

Jenazah almarhum Mantan Komandan Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor-Leste (FALINTIL), Ma'Huno Bulerek Karathayan. Foto Tatoli/Antónia Gusmão

DILI, 28 september 2021 (TATOLI)– Mantan Komandan Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor-Leste (FALINTIL), Ma’Huno Bulerek Karathayan yang wafat pada jumat (24/09) dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) khusus di Metinaro, selasa (28/09).

Sebelum upacara pemakaman, negara Timor-Leste (TL) dan keluarga besar menggelar misa requem di Gereja Katedral Dili. Selanjutnya, jenazah dibawa ke tempat kelahirannya di Laleia, Manatuto untuk dilakukan upacara adat di rumah adat. Selanjutnya, jenazah di bawa ke tempat peristerahatan terakhir di TMP khusus di Metinaro.

Berita terkait :  Komandan Ma’huno wafat, TL berkabung tiga hari

Upacara pemakaman dilakukan secara militer dengan ditandai penembakan salvo ke udara.

Presiden Republik, Francisco Guterres Lú Olo melalui sambutannya yang dibacakan  Kepala Staf Presiden Republik, Francisco Vasconcelos,  mengatakan almarhum telah memberikan kontribusinya cukup besar untuk bangsa dan negara.

“Sejak dulu almarhum dikenal dengan nama Manecas dan pada masa perjuangan dikenal dengan nama Bucar. Kita makamkan seorang lider politik yang memberikan kontribusi cukup besar untuk perjuangan kemerdekaan TL. Almarhum merupakan seorang pejuang yang menjadi panutan bagi generasi penerus bangsa. Dia dengan bangga memperjuangkan kemerdekaan TL sejak tahun 1975,” kata Presiden Lú Olo dalam sambutannya yang dibacakan, Francisco Vasconcelos.

Berita terkait :  Komandan Ma’Huno wafat, Presiden Lú Olo sampaikan belasungkawa 

Presiden Lú Olo mengatakan pejuang Bukar tidak pernah mundur dari pendiriannya untuk membebaskan TL dari kependudukan Indonesia hingga TL berdiri sendiri menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

Almarhum merupakan pendiri Partai ASDT dan FRETILIN, anggota Komite Pusat FRETILIN, Ketua Penasehat  Politik Militer angkatan Bersenjata, Sekretaris Komisi Direktif FRETILIN, Komandan FALINTIL dan Sekretaris sektor tiga serta pada 1981.

Almarhum juga menjadi tokoh utama menghimpun kekuatan  untuk melanjutkan perjuangan, dan jabatan terakhir yang dipegangnya menjelang jajak pendapat 1999 sebagai Wakil kedua Koordinator penasehat Ketua FRETILIN.

Berita terkait : Keluarga setuju serahkan jenazah Ma’huno ke negara

“Setelah bebas dari penjara, meskipun dalam situasi yang sulit, namun Ma’Huno mencari jalan untuk tetap melanjutkan prinsipnya memperjuangkan kemerdekaan TL bersama para pejuang lain,” kata Presiden Lú Olo.

Pada tahun 2018, komandan Ma’Huno dianugerahi penghargaan dengan nama ‘Ordem de Timor-Leste’ yang diberikan Presiden Republik.

Sementara itu, atas kontribusinya dalam perjuangan pembebasan nasional, pada 2006, almarhum juga sudah dianugerahi penghargaan dengan nama ‘Ordem da Guerrilha’ dan ‘Ordem Dom Boaventura’.

“Kita sudah makamkan jenazahnya, tetapi kita tidak kuburkan keberaniannya, dedikasinya, pengorbanannya dalam memperjuangkan kemerdekaan TL,” ungkap Presiden Lú Olo.

Karena itu, Presiden Lú Olo meminta kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda untuk mengikuti jejak dan mimpi besar almarhum Ma’Huno.

Kepala Staf Presiden Republik, Francisco Vasconcelos mengatakan Presiden Republik tidak bisa menghadiri upacara pemakaman Ma’Huno karena kondisi kesehatan Presiden tidak stabil. Tetapi, Presiden tetap menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum terutama kepada istri dan anak-anak almarhum.

Reporter  : Antónia Gusmão

Editor : Julia Chatarina (penerjemah : Armandina Moniz)

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!