iklan

POLITIK, KEAMANAN, LSM

FONGTIL minta alokasi APBN 2022 untuk PNTL dinaikkan

FONGTIL minta alokasi APBN 2022 untuk PNTL dinaikkan

Direktur Eksekutif FONGTIL, Daniel dos Santos. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 12 agustus 2021 (TATOLI)— Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) FONGTIL meminta Kementerian Dalam Negeri (Bahasa tetum : Ministeriu Interior-MI) untuk menaikkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) bagi institusi Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) demi menjamin layanan keamanan bagi masyarakat.

Direktur Esekutif FONGTIL, Daniel dos Santos mengatakan, selama ini PNTL tidak mampu mencakup semua wilaya di TL dikarenakan kekurangan anggota dan juga tidak memiliki fasilitas yang memadai.

“Untuk menaikan kinerja dari PNTL harus ada fasilitas yang memadai, kesejahteraan untuk mereka dan juga kebutuhan lojistik yang dipenuhi. Dulu kita sudah menyarankan penggunaan drone namun karena oknum PNTL tidak memiliki pengetahuan cukup tentang penggunaannya, harus diberikan pelatihan,” kata Daniel pada Tatoli, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri MI di Vila Verde, kamis ini.

Menurutnya anggaran untuk institusi PNTL yang disampaikan dalam rapat APBN di Parlamen Nasional setiap tahun tidak harus didiskusikan karena menyangkut keamanan negara dan masyarakat.

“Keuntungan untuk PNTL tidak harus didiskusikan lagi, kita membutuhkan polisi komunitas, MI juga harus memperbaiki masalah seperti layanan CCTV dan juga tingkatkan anggota kepolisian di perbatasan,” ujarnya.

Ia merekomendasikan, seharusnya di setiap desa tidak hanya memiliki satu Perwira Polisi namun harus ditingkatkan menjadi tiga anggota agar melakukan komunikasi reguler dengan masyarakat dan bisa mengontrol dan mengurangi tingkat kejahatan.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri MI, Antonio Armindo  merekomendasikan agar FONGTIL melakukan advokasi dengan entitas seperti Parlamen Nasional.

Menurut data APBN 2021 untuk institusi PNTL memiliki dana berjumlah  $36,099,695 dimana anggaran tersebut tidak dialokasikan untuk pengembangan dan transfer. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!