DILI, 26 November 2025 (TATOLI)–Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, segera mengakhiri masa jabatannya di Dili.
Dalam Resepsi Diplomatik untuk memperingati 80 tahun Kemerdekaan Indonesia, yang diadakan di Gedung Multifungsi GMN, di Bebora, Dubes Okto Manik secara resmi menyampaikan salam perpisahan kepada para peserta resepsi, termasuk Presiden Republik, José Ramos-Horta yang hadir di acara tersebut.
Dalam sambutannya, Dubes Okto Manik menegaskan bahwa masa tugasnya di Timor-Leste telah menjadi salah satu periode paling bermakna dalam karier diplomatiknya dan merasa terhormat dapat bertugas di Dili.
“Saya berdiri di sini dengan kehormatan yang mendalam atas kesempatan untuk melayani sebagai Duta Besar Indonesia di Dili,” ujarnya di hadapan tamu undangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.
“Merupakan kehormatan menjalankan tugas ini di bawah kepemimpinan dua negarawan, Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão. Kepemimpinan Anda tidak hanya membimbing bangsa ini tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antara Indonesia dan Timor-Leste,” katanya.
Berita terkait : KBRI Dili gelar Resepsi Diplomatik peringati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Dubes Okto mengatakan masa tugasnya penuh dengan sejarah penting. “Waktu saya di sini penuh dengan sejarah. Saya bersyukur menyaksikan berbagai tonggak penting Timor-Leste.”
Ia mengenang salah satu momen paling bersejarah yang ia saksikan. “Saya berada di sini ketika Yang Mulia Paus Fransiskus melakukan kunjungan suci. Itu momen penuh damai dan sukacita bagi kita semua.”
Dubes Okto juga menyebut momen penunjukan kardinal pertama Timor-Leste.
“Saya juga menyaksikan dengan bangga penunjukan Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva, sebuah kebanggaan besar bagi bangsa ini,” katanya.
Selain itu, ia menyaksikan perkembangan diplomatik dan ekonomi Timor-Leste.
“Saya melihat perjalanan bangsa ini dari aksesi ke Organisasi Perdagangan Dunia hingga peta jalan menuju keanggotaan penuh ASEAN,” ujarnya.
Diplomat tersebut mengatakan bahwa menyaksikan Timor-Leste membuka dirinya ke dunia merupakan kehormatan besar.
“Menjadi saksi bagaimana negara ini tumbuh dan membuka pintu kepada dunia adalah puncak karier saya. Kedalaman hubungan bilateral kita tidak diukur dengan kata-kata”, ujarnya.
Okto Dorinus Manik juga menyampaikan kesan pribadi selama tinggal di Timor-Leste.
“Ketika pertama tiba, kami datang dengan misi diplomatik, tetapi apa yang kami dapatkan di sini jauh lebih personal. Kami menemukan persahabatan, kehangatan, dan komunitas yang menyambut kami dengan tangan terbuka,” ungkapnya.
Ia menutup sambutannya dengan rasa terima kasih mendalam atas dukungan, kebaikan dan membuat misi diplomatiknya di Timor-Leste tak terlupakan. “Saya menyukai semangat Timor-Leste. Izinkan saya mengutip satu hal, Together we are strong, Bersama kita kuat’,” tutupnya.
Presiden José Ramos-Horta memberikan penghormatan khusus atas dedikasi Dubes Okto Dorinus selama menjalankan tugasnya di Timor-Leste sebagai diplomat yang telah membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih kuat dan mencapai sejumlah kemajuan signifikan, termasuk peningkatan kerja sama strategis, pendidikan, keamanan, dan perdagangan.
“Saya ingin mengungkapkan apresiasi mendalam atas dedikasi, eneregi dan kebijaksanaan yang Anda bawa dalam memperkuat persahabatan antara kedua negara. Karya Anda memberi kontribusi luar biasa di seluruh bidang kerja sama kita,” kata Presiden.
Ramos-Horta juga menyinggung bahwa kepergian Dubes Manik meninggalkan “jejak yang tidak terlupakan” dalam hubungan kedua negara, sembari berharap Presiden Indonesia Prabowo Subianto mungkin mempertimbangkan memperpanjang masa tugasnya.
Reporter : Afonso do Rosário
Editor : Julia Chatarina




