iklan

DILI, HEADLINE

KBRI Dili gelar Resepsi Diplomatik peringati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia

KBRI Dili gelar Resepsi Diplomatik peringati 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Sesi foto bersama diselang Resepsi Diplomatik yang digelar di Gedung Multioso GMN, Bebora, Rabu (26/11/2025). Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 26 November 2025 (TATOLI)–Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili menyelenggarakan Resepsi Diplomatik untuk memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Republik, José Ramos-Horta, anggota pemerintah, serta para korps diplomatik yang bertugas di Timor-Leste.

Dalam sambutannya, Presiden Ramos-Horta menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Indonesia dan menegaskan bahwa Indonesia dan Timor-Leste memiliki hubungan historis yang kuat serta kerja sama yang terus berkembang di sektor ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan keamanan kawasan.

Presiden turut mengingatkan kembali jasa Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai proklamator yang membangkitkan semangat persatuan bangsa Indonesia.

“Saya senang bisa bergabung dengan Anda semua untuk merayakan ulang tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tonggak sejarah yang mengingatkan kita pada kepemimpinan visioner Bung Karno dan Bung Hatta,” ujar Ramos-Horta, di Gedung Multifungsi GMN, Bebora, Rabu ini.

Ia menyoroti tema perayaan tahun ini, ‘Kesatuan dan Kedaulatan dengan Rakyat yang Sejahtera dan Indonesia Maju’, sebagai cerminan transformasi Indonesia menjadi kekuatan regional, motor ekonomi, serta suara penting dalam arsitektur perdamaian global.

Ramos-Horta juga menggambarkan warna merah-putih yang membentang ‘dari Sabang sampai Merauke’ sebagai simbol vitalitas dan kemajuan bangsa.

Presiden menyebut bahwa pekan ini kedua negara sama-sama menandai momen penting dalam sejarah masing-masing: Indonesia memperingati 80 tahun kemerdekaan, sementara Timor-Leste merayakan 50 tahun sejak proklamasi pertama kemerdekaannya.

“Saya berharap kesehatan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, kebijaksanaan dan keberhasilan bagi Presiden Prabowo Subianto dan pemerintahannya, serta agar hubungan antara kedua bangsa terus tumbuh menerangi jalan perdamaian, keadilan, demokrasi, dan solidaritas,” katanya.

Berita terkait : MNEK sampaikan proses pembangunan Timor-Leste dalam resepsi diplomatik kedua

Ramos-Horta menilai peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk merayakan kebijaksanaan yang telah memungkinkan kedua negara mengubah babak sulit dalam sejarah menjadi persahabatan yang teladan.

“Semoga peringatan ini menginspirasi kita untuk memperdalam rekonsiliasi, memajukan pembangunan yang inklusif, memperkuat dialog regional, dan berkontribusi bagi Asia Tenggara yang damai, makmur, dan berpusat pada rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut tahun 2025 sebagai titik balik sejarah bersama, menyusul diterimanya Timor-Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober di Kuala Lumpur. Menurutnya, langkah ini dimungkinkan berkat dukungan kuat Indonesia dan seluruh negara anggota ASEAN.

“ASEAN kini menjadi ruang politik, ekonomi, dan budaya kita,” kata Ramos-Horta.

Ia menegaskan pentingnya memperdalam kepentingan strategis bersama dalam kerangka ASEAN, mulai dari keamanan maritim dan fasilitasi perdagangan hingga inovasi, pendidikan, dan mobilitas pemuda. Presiden juga menyoroti makin relevannya kerja sama trilateral antara Australia (Northern Territory), Timor-Leste, dan Indonesia (Nusa Tenggara Timur), sebuah kawasan yang terhubung oleh kedekatan geografis, budaya, serta potensi ekonomi yang besar.

“Mulai dari penguatan konektivitas laut dan udara hingga pariwisata, perdagangan lokal, dan keamanan perbatasan, kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kita, terutama yang tinggal di sepanjang perbatasan dengan NTT,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa, pada 2025 hubungan Timor-Leste dan Indonesia terus berkembang di bidang pertahanan, keamanan, perdagangan dan investasi, pendidikan, pelatihan teknis, kesehatan, sains, pemuda dan budaya, serta tata kelola. Meningkatnya mobilitas pengusaha, pekerja, akademisi, dan wisatawan dari kedua negara menunjukkan dinamika hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi penting bagi masa depan kedua bangsa.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia, Okto Dorinus Manik, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Timor-Leste. Ia menilai masa tugasnya di Dili berlangsung pada periode bersejarah, termasuk kunjungan Paus Fransiskus dan pengangkatan Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva.

“Kami datang dengan misi diplomatik, tetapi yang kami dapatkan di sini jauh lebih pribadi: persahabatan, kehangatan, dan komunitas yang menyambut kami dengan tangan terbuka,” ujarnya. Ia menutup sambutan dengan semboyan yang menjadi motonya selama bertugas: “Bersama kita kuat.”

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan diisi dengan pertunjukan budaya serta jamuan resmi sebagai bentuk persahabatan antara kedua negara. Selain pejabat tinggi negara dan korps diplomatik, mitra pembangunan serta para tamu undangan turut hadir dalam resepsi tersebut.

Reporter     : Afonso do Rosário
Editor           : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!