DILI, 25 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, melakukan kunjungan kerja ke Casa da Moeda Portugal guna mempelajari secara langsung sistem modernisasi keamanan dan digitalisasi dokumen resmi sebagai referensi bagi transformasi layanan administrasi publik di Timor-Leste.
Casa da Moeda Portugal merupakan lembaga yang memiliki sejarah panjang dalam pencetakan mata uang, namun kini juga berperan dalam pengembangan sistem keamanan digital dan penerbitan berbagai dokumen resmi berstandar tinggi, seperti paspor, kartu identitas, dan dokumen administrasi negara lainnya.
Dalam kunjungan tersebut, Perdana Menteri Xanana meninjau langsung proses penerbitan dokumen resmi yang telah menggunakan sistem digital terintegrasi dengan standar keamanan tinggi.
Ia mengamati bahwa sistem tersebut mampu mencegah pemalsuan maupun duplikasi dokumen melalui penggunaan basis data terintegrasi, pengawasan keamanan digital yang ketat, serta pembatasan akses terhadap sistem hanya bagi petugas yang berwenang.
Xanana menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan untuk segera menerapkan sistem serupa di Timor-Leste, melainkan sebagai langkah awal untuk memahami model modernisasi yang dapat dijadikan acuan pada masa mendatang.
Menurutnya, pengalaman Portugal dalam membantu berbagai negara, termasuk Kolombia, dalam modernisasi sistem dokumentasi dan keamanan digital menjadi pembelajaran penting bagi Timor-Leste.
“Tujuan kami adalah melihat dan belajar agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia. Ketika nantinya ada kesepakatan kerja sama, kita bisa mengimplementasikannya dengan baik dan sistematis karena proses ini tidak sederhana,” ujar Xanana.
Menteri Kehakiman Timor-Leste, Sérgio da Costa Hornai, mengatakan bahwa selain memperkuat kerja sama di bidang pelatihan dan reformasi peradilan, pemerintah juga memprioritaskan digitalisasi sistem administrasi dan dokumen resmi.
Karena itu, delegasi Timor-Leste yang mendampingi Perdana Menteri turut mengunjungi Casa da Moeda Portugal untuk mengeksplorasi peluang kerja sama dalam pengembangan sistem digital dan pengelolaan basis data terintegrasi.
Menurut Sérgio, pemerintah tengah merancang sistem digital yang dapat mengintegrasikan berbagai dokumen resmi, seperti kartu identitas, surat keterangan catatan kriminal, data kadaster, serta dokumen administrasi lain yang diterbitkan Kementerian Kehakiman.
“Tujuan utamanya adalah memodernisasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan keamanan, efisiensi, dan kemudahan akses terhadap dokumen resmi yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga berupaya memperkuat kerja sama dengan Portugal untuk mengembangkan sistem modern penerbitan dokumen, termasuk paspor elektronik dan dokumen identitas lainnya, guna menjawab berbagai tantangan dalam pelayanan administrasi publik.
Sérgio menilai kunjungan tersebut merupakan langkah strategis dalam mempererat hubungan antara Timor-Leste dan Portugal, khususnya di bidang reformasi peradilan, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi digital yang diharapkan dapat memperkuat demokrasi dan negara hukum di Timor-Leste dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Dalam kunjungan tersebut, Perdana Menteri Xanana didampingi Menteri Kehakiman Sérgio da Costa Hornai, Duta Besar Timor-Leste untuk Portugal Manuel de Araújo Serrano, serta Direktur Jenderal Kebijakan Kehakiman Nelinho Vital.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




