DILI, 24 Juni 2026 (TATOLI) — Parlemen Nasional, Rabu ini, dengan suara bulat menyetujui “votos de pesar” (suara belasungkawa) atas wafatnya Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”. Suara “votos de pesar” diberikan sebagai penghormatan terakhir dan pengakuan atas kontribusi Mendiang Mantang Presiden Lú Olo untuk perjuangan kemerdekaan Timor-Leste (TL).
“Parlamen Nasional menyetujui suara belasungkawa dengan 63 suara mendukung dan tidak ada suara yang menentang dan abstain,” kata Ketua Parlemen Nasional, Maria Fernanda Lay, dalam sidang pleno Parlemen Nasional, Rabu ini.
Mantan Presiden Republik sekaligus Ketua Umum Partai FRETILIN, Francisco Guterres Lú Olo, meninggal dunia pada Minggu (21/06) di usia 71 tahun di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, setelah menjalani perawatan intensif.
Berita terkait : Xanana arahkan Wakil PM Assanami lakukan prosesi pemakaman Lú Olo dengan terhormat
Mendiang Francisco Guterres Lú Olo lahir di Daerah Administrasi Ossu, Kotamadya Viqueque, pada 7 September 1954. Ia merupakan putra dari Félix Guterres dan Elda da Costa Guterres, serta anak ketujuh dari delapan bersaudara.
Lú Olo menikah dengan Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak, yakni Francisco Cidalino Guterres, Eldino Nobre Guterres, Felezito Samora Nobre Guterres, dan Dália Luliana Nobre Guterres.
Francisco Guterres Lú Olo merupakan seorang pejuang yang tanpa lelah mengabdikan diri bagi perjuangan kemerdekaan nasional. Sejak 1974 hingga 2000, ia mendedikasikan seluruh hidupnya bagi perjuangan di garis depan. Ia termasuk dalam kelompok bersejarah yang terdiri atas empat komandan yang bertahan tanpa henti di hutan selama 24 tahun dalam perjuangan bersenjata melawan pendudukan Indonesia.
Setelah restorasi resmi kemerdekaan pada 20 Mei 2002, Majelis Konstituante bertransformasi menjadi Parlemen Nasional Timor-Leste. Lú Olo kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Ketua Parlemen Nasional pertama selama seluruh periode legislatif pertama, dengan masa jabatan hingga 31 Juli 2007.
Dikenal sebagai salah satu tokoh utama dalam restorasi kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste, kepemimpinan dan tanda tangannya tercatat dalam fondasi berdirinya negara muda tersebut, meninggalkan warisan yang tak terhapuskan dalam bidang diplomasi, ketangguhan, dan pengabdian kepada tanah air.
Francisco Guterres Lú Olo kemudian dipilih secara demokratis oleh rakyat sebagai Presiden Republik Demokratik Timor-Leste untuk masa jabatan 2017–2022. Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Kepala Negara, ia tetap menjalankan tugas sebagai anggota Dewan Negara hingga akhir hayatnya.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




