DILI, 25 Juni 2026 (TATOLI) – Timor-Leste dan Federasi Mikronesia (Federated States of Micronesia/FSM) secara resmi menjalin hubungan diplomatik melalui penandatanganan Komunike Bersama (joint communique) yang menandai dimulainya hubungan diplomatik formal antara kedua negara berdaulat.
Berdasarkan siaran pers MNEC (Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama), disebutkan bahwa penandatanganan dilakukan oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Australia, Inês Maria de Almeida, dan Duta Besar Federasi Mikronesia untuk Australia, Jane J. Chigiyal, dalam sebuah acara yang berlangsung di Kedutaan Besar Timor-Leste di Canberra, Australia, Rabu (24/06). Acara tersebut turut disaksikan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas.
Dalam sambutannya, Duta Besar Jane J. Chigiyal mengatakan kedua negara memiliki nilai-nilai bersama dan aspirasi yang sejalan, serta telah lama bekerja sama di berbagai forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Alliance of Small Island States (AOSIS), Kelompok 77 (G77), Kelompok Negara Afrika, Karibia, dan Pasifik (ACP), serta Forum Kepulauan Pasifik.
Menurutnya, terjalinnya hubungan diplomatik formal akan memperkuat kemitraan yang selama ini telah terbangun melalui kerja sama multilateral dan membuka peluang baru untuk memperdalam hubungan bilateral di berbagai bidang.
Sementara itu, Duta Besar Inês Maria de Almeida menyebut penandatanganan kesepakatan tersebut sebagai awal babak baru persahabatan, solidaritas, dan kemitraan antara dua negara kepulauan yang memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia menegaskan bahwa Timor-Leste dan Federasi Mikronesia memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kedaulatan negara, mendorong pembangunan berkelanjutan, memperkuat aksi menghadapi perubahan iklim, melindungi ekosistem laut, serta memperjuangkan kepentingan negara-negara kepulauan kecil yang sedang berkembang.
Kedua negara juga menegaskan komitmen untuk mempererat kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama, antara lain peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim, tata kelola kelautan, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat, serta kerja sama antarnegera kepulauan di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara.
Pemerintah Timor-Leste dan Federasi Mikronesia meyakini bahwa pembentukan hubungan diplomatik ini mencerminkan visi bersama untuk membangun masa depan yang damai, berkelanjutan, dan sejahtera, sekaligus menjadi landasan bagi penguatan dialog politik, persahabatan, dan kerja sama bilateral pada tahun-tahun mendatang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




