iklan

SOSIAL INKLUSIF

Nugroho Aribhimo : Lú Olo Pejuang yang konsisten hingga akhir hayat

Nugroho Aribhimo : Lú Olo Pejuang yang konsisten hingga akhir hayat

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Nugroho Aribhimo melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan, Bairru Pité, Rabu (24/06/2026). Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 24 Juni 2026 (TATOLI) – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Nugroho Aribhimo, mengenang mendiang mantan Presiden Timor-Leste, Francisco Guterres Lú Olo, sebagai seorang pejuang yang tetap konsisten memperjuangkan bangsa dan negaranya hingga akhir hayat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nugroho usai melakukan kunjungan perpisahan dengan Presiden Republik Demokratik Timor-Leste, José Ramos-Horta, di Dili, Rabu (24/06), menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai kepala perwakilan Indonesia di Timor-Leste.

“Sebagaimana kita ketahui, Francisco Guterres Lú Olo adalah mantan Presiden yang juga merupakan salah satu pejuang Timor-Leste. Beliau tetap konsisten berjuang hingga akhir hayatnya,” kata Nugroho kepada wartawan.

Dalam pertemuan dengan Presiden Ramos-Horta, Nugroho juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Lú Olo yang meninggal dunia pada Minggu (21/06).

“Saya selaku Kuasa Usaha Ad Interim menghadap Bapak Presiden José Ramos-Horta untuk berpamitan sekaligus menyampaikan duka cita kami atas meninggalnya mantan Presiden Francisco Guterres Lú Olo,” ujarnya.

Selain menyampaikan belasungkawa,  Nugroho juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Timor-Leste atas dukungan, koordinasi, dan kerja sama yang telah terjalin selama dua tahun masa penugasannya di Dili.

“Saya sangat berterima kasih dan terkesan dengan bantuan, koordinasi, serta kerja sama yang diberikan oleh Pemerintah Timor-Leste selama saya bertugas di sini,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Nugroho juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kesalahan atau perkataan yang tidak disengaja yang mungkin menyinggung pihak tertentu.

Nugroho dijadwalkan mengakhiri masa tugasnya di Timor-Leste pada 1 Juli 2026. Sebelum meninggalkan Dili, ia akan menyerahkan tugas kepada Banga Malewa, seorang konselor di KBRI Dili, yang akan bertindak sebagai Kuasa Usaha Ad Interim.

“Beliau akan menjadi Kuasa Usaha setelah saya meninggalkan Dili. Selanjutnya, kemungkinan akan datang pejabat senior berpangkat Minister Counselor untuk melanjutkan tugas hingga penunjukan Duta Besar Republik Indonesia yang baru,” jelasnya.

Menurut Nugroho, hingga saat ini pemerintah Indonesia masih menunggu keputusan terkait penunjukan duta besar baru untuk Timor-Leste.

“Sampai saat ini belum ada keputusan mengenai siapa yang akan menjadi Duta Besar Indonesia di Timor-Leste. Kami masih menunggu,” tuturnya.

Menutup masa tugasnya, Nugroho kembali menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan rakyat Timor-Leste atas hubungan persahabatan dan kerja sama yang terus terjalin erat antara kedua negara.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan rakyat Timor-Leste atas kerja sama dan bantuan yang diberikan selama saya bertugas dua tahun di Dili,” pungkasnya.

Reporter: Cidalia Fátima 

Editor:  Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!