iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Timor-Leste akan pimpin Keketuaan CPLP berikutnya

Timor-Leste akan pimpin Keketuaan CPLP berikutnya

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, didampingi Sekretaris Eksekutif CPLP, Maria de Fátima Monteiro Jardim, menggelar konferensi pers bersama usai pertemuan. Foto GPM

DILI, 23 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengumumkan bahwa Timor-Leste akan menjadi negara berikutnya yang memegang Ketua Pro Tempore Comunidade dos Países de Língua Portuguesa atau Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP).

Pernyataan tersebut disampaikan PM Xanana kepada wartawan usai menghadiri pertemuan di markas CPLP di Lisbon, Senin (22/06).

Menurut PM Xanana, berdasarkan urutan yang telah disepakati, masa kepemimpinan CPLP berikutnya sebenarnya menjadi hak Guinea-Bissau. Namun setelah masa tersebut, Timor-Leste akan mengambil alih keketuaan organisasi yang beranggotakan negara-negara berbahasa Portugis itu.

“Periode Pro Tempore ini merupakan periode yang seharusnya menjadi milik Guinea-Bissau. Setelah Guinea-Bissau, giliran kami. Karena itu, berikutnya adalah Timor-Leste,” kata PM Xanana.

Terkait situasi di Guinea-Bissau yang mendapat penangguhan dari CPLP setelah terjadinya kudeta militer pada November 2025, Xanana menjelaskan bahwa organisasi tersebut terus berupaya membantu negara tersebut, namun tetap menghormati prinsip non-intervensi.

“Ada prinsip non-intervensi, tetapi juga harus ada prinsip untuk menghormati hak asasi manusia dan demokrasi,” ujarnya.

Selama kunjungannya ke Portugal, Xanana mengikuti sesi pertemuan resmi bersama Sekretaris Eksekutif CPLP, Maria de Fátima Jardim, serta para perwakilan tetap negara-negara anggota.

Dalam kesempatan tersebut, PM Xanana kembali menegaskan komitmen Timor-Leste untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman serta meningkatkan kerja sama di antara negara-negara anggota CPLP.

Ia menyoroti pentingnya memperluas kolaborasi di bidang mobilitas masyarakat, integrasi ekonomi, serta kerja sama maritim dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Selain itu, Perdana Menteri juga menekankan pentingnya multilateralisme, dialog, dan kerja sama internasional di tengah meningkatnya ketidakpastian dan berbagai tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika CPLP tengah bersiap memperingati 30 tahun berdirinya organisasi yang akan jatuh pada 17 Juli 2026. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperkuat solidaritas dan memperluas kerja sama antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!