iklan

EKONOMI

Tercatat nilai impor Timor-Leste sentuh $960 juta, Ekspor naik ke $126 juta pada 2025  

Tercatat nilai impor Timor-Leste sentuh $960 juta, Ekspor naik ke $126 juta pada 2025   

Source foto google

DILI, 24 Maret 2026 (TATOLI) – Nilai impor Timor-Leste tercatat mencapai sekitar $960 juta pada 2025, sementara ekspor berada di angka $126,4 juta, mencerminkan ketimpangan perdagangan yang masih tinggi di tengah transisi ekonomi pasca-migas.

Data tersebut tercantum dalam Laporan Kinerja Ekonomi Timor-Leste 2025 yang dirilis oleh Bank Sentral Timor-Leste (BCTL)  pada 23 Maret 2026.

Laporan itu menyebutkan, neraca transaksi berjalan Timor-Leste pada 2025 mengalami defisit sebesar $701,4 juta atau meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar $604,7 juta. Defisit tersebut terutama dipengaruhi oleh neraca barang yang minus $715,1 juta serta neraca jasa yang defisit $327,8 juta.

Pada sektor perdagangan barang, penurunan ekspor sebesar 35,5 persen menjadi $126,4 juta menjadi salah satu faktor utama pelebaran defisit. Penurunan ini dipicu oleh penghentian produksi di ladang minyak Bayu-Undan yang selama ini menjadi kontributor utama ekspor.

Sementara itu, impor barang tetap tinggi dengan total mencapai sekitar $960 juta (CIF), meningkat 4 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada impor barang antara dan barang modal, masing-masing naik 70,4 persen dan 62,8 persen, yang mencerminkan upaya penguatan kapasitas produksi domestik.

Di sisi lain, impor barang konsumsi yang menyumbang 35,1 persen dari total impor justru menurun 11,4 persen, mengindikasikan mulai adanya peran sektor domestik dalam memenuhi kebutuhan konsumsi.

Komoditas impor terbesar masih didominasi bahan bakar mineral senilai $207,8 juta atau 21,6 persen dari total impor. Selanjutnya kendaraan sebesar $115 juta (12 persen), serealia termasuk beras sebesar $66,3 juta (6,9 persen), mesin dan peralatan mekanik sebesar $63,6 juta (6,6 persen), serta peralatan listrik sebesar $51,1 juta (5,3 persen).

Di sektor ekspor, meskipun total ekspor mengalami penurunan, ekspor nonmigas menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 95,1 persen menjadi $41 juta. Namun demikian, struktur ekspor masih sangat bergantung pada kopi yang menyumbang 87,3 persen atau sekitar $35,8 juta dari total ekspor nonmigas.

Secara tujuan ekspor, Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor mencapai $13 juta, disusul Indonesia sebesar $9,9 juta dan Australia sebesar $6,2 juta, yang sebagian besar juga didominasi oleh komoditas kopi.

Secara keseluruhan, total ekspor Timor-Leste hanya mampu menutupi sekitar 4,3 persen dari total impor, menunjukkan besarnya defisit perdagangan yang masih dihadapi.

Dalam laporan tersebut, Bank Sentral Timor-Leste menekankan perlunya diversifikasi ekonomi, peningkatan nilai tambah produk domestik, serta penguatan sektor industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperbaiki kinerja ekspor di masa mendatang.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!