iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

PM Malaysia sebut TL jadi jembatan ASEAN dengan Komunitas CPLP dan Kepulauan Pasifik

PM Malaysia sebut TL jadi jembatan ASEAN dengan Komunitas CPLP dan Kepulauan Pasifik

Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Foto Tatoli

 

DILI, 24 September 2025 (TATOLI)– Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa Timor-Leste akan memainkan peran strategis sebagai jembatan ASEAN dengan Komunitas Lusofon dan negara-negara kepulauan Pasifik.

Pernyataan ini disampaikan dalam Kuliah Presidensial tentang “Politik dan Pemerintahan: Berbagi Pengalaman dan Kebijaksanaan” di Istana Kepresidenan, Rabu (24/09).

PM Anwar menekankan bahwa saat ASEAN memperluas keterlibatan regionalnya, Timor-Leste dapat memfasilitasi jalur baru, khususnya dengan dunia Lusofon (CPLP – Komunitas negara-negara berbahasa Portugis), yang saat ini terdiri dari sembilan negara anggota dan 35 pengamat asosiasi.

“Menjalin koneksi dan kolaborasi ini jelas akan menguntungkan ASEAN karena Timor-Leste telah menjadi bagian dari komunitas Lusofon selama lebih dari dua dekade,” ujarnya.

PM Malaysia juga menyebut keterlibatan tokoh penting dari komunitas ini, seperti Presiden Brasil, Lula da Silva, yang akan menghadiri KTT ASEAN bulan depan. Selain itu, PM Anwar menyoroti hubungan ASEAN dengan negara-negara kepulauan Pasifik kecil.

ASEAN dan Forum Kepulauan Pasifik telah mengambil langkah awal untuk kolaborasi lebih besar, dan ia menantikan peran aktif Timor-Leste dalam memperkuat kerja sama ini berdasarkan kepentingan bersama.

Pada bulan Mei 2025 lalu, Visi Komunitas ASEAN 2045 telah diadopsi, menetapkan arah masa depan selama dua dekade ke depan menuju terciptanya komunitas yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berpusat pada manusia. Visi ini juga menegaskan posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut PM Anwar, langkah ini bukan sekadar retorika, melainkan pernyataan tegas ASEAN tentang identitas dan jati dirinya. Malaysia, sebagai ketua bersama High-Level Task Force selama beberapa tahun terakhir, menekankan tema inklusivitas dan keberlanjutan sebagai kunci pencapaian visi tersebut.

“Bercita-cita untuk kemajuan yang merata, tanpa meninggalkan siapa pun, adalah visi yang kami pegang sungguh-sungguh. Saya menyadari generasi muda semakin tidak sabar menghadapi kesenjangan kepercayaan dan kegagalan dalam kebijakan yang adil, inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan,” tambah PM Anwar.

Dengan posisi strategisnya, Timor-Leste diharapkan mampu menghubungkan ASEAN dengan komunitas global yang lebih luas, memperkuat peran kawasan dalam dinamika Indo-Pasifik, dan menjadi teladan bagi kerja sama regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!