Pemerintah Timor-Leste setujui dua program pendanaan Uni Eropa senilai €9 juta

DILI, 13 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Dewan Menteri menyetujui dua program pendanaan dari Uni Eropa senilai total €9 juta euro atau sekitar 10,5 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan dan transformasi digital sistem peradilan nasional.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan proposal yang diajukan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas, dalam rapat Dewan Menteri.
Program pertama bertajuk “Criação e Desenvolvimento de Negócios Sustentáveis e de Economia Circular (CRESCE)” menerima pendanaan sebesar tiga juta euro atau sekitar 3,5 juta dolar Amerika Serikat.
Program CRESCE bertujuan mendukung penciptaan dan pengembangan usaha berkelanjutan serta inisiatif ekonomi sirkular di Timor-Leste. Program tersebut diharapkan dapat mendorong diversifikasi ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat model produksi dan konsumsi yang ramah lingkungan.
Dewan Menteri menunjuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Urusan Ekonomi, Francisco Kalbuady Lay sebagai perwakilan Pemerintah Timor-Leste untuk menandatangani perjanjian pendanaan program tersebut.
Selain itu, Dewan Menteri juga menyetujui program “Governação eletrónica para o Sistema Judicial em Timor-Leste (e-JUS TL)” dengan nilai pendanaan sebesar enam juta euro atau sekitar tujuh juta dolar Amerika Serikat.
Melalui program e-JUS TL, Pemerintah bersama Uni Eropa akan memperkuat tata kelola elektronik dalam sistem peradilan nasional melalui penerapan transformasi digital dan pemerintahan elektronik.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan hukum, memperkuat efisiensi dan aksesibilitas layanan peradilan, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi hukum di Timor-Leste.
Untuk penandatanganan perjanjian pendanaan e-JUS TL, Dewan Menteri menunjuk Menteri Kehakiman sebagai wakil resmi Pemerintah Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

