iklan

HEADLINE, PIDATO KENEGARAAN

Ramos – Horta : Bonus demografi harus diubah menjadi kekuatan ekonomi nasional

Ramos – Horta : Bonus demografi harus diubah menjadi kekuatan ekonomi nasional

Presiden Republik, José Ramos-Horta, bersama tamu negara dan Perdana Menteri, Xanana Gusmão beserta Wakil Perdana Menteri, Francisco Kalbuady Lay dan Ketua Parlemen Nasional, Maria Fernanda Lay dalam peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu - Dili. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa bonus demografi yang dimiliki Timor-Leste harus diubah menjadi kekuatan ekonomi nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta dalam pidatonya pada peringatan ke-24 HUT Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste, Selasa (20/05), di Tasitolu – Dili.

Dalam pidatonya, Kepala Negara mengatakan bahwa lebih dari 56 persen penduduk Timor-Leste saat ini berusia di bawah 25 tahun, yang menurutnya merupakan potensi besar sekaligus tanggung jawab besar bagi negara.

“Lebih dari 56% penduduk berusia di bawah 25 tahun – sebuah berkah yang membawa potensi besar dan tanggung jawab yang lebih besar bagi kita,” ujar Ramos-Horta.

Presiden Republik menilai bahwa generasi muda Timor-Leste harus dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, dan kesempatan kerja agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Berita terkait : Timor-Leste kini menjadi negara demokratis yang lebih stabil dan terintegrasi dengan dunia

Menurut Ramos-Horta, Timor-Leste telah menunjukkan kemajuan nyata dalam pembangunan manusia. Berdasarkan Laporan Pembangunan Manusia 2025 dari Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Timor-Leste mencapai sekitar 0,634 dan menempatkan negara dalam kategori pembangunan manusia menengah.

Ia menjelaskan bahwa pencapaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan nilai IPM sebesar 0,507 pada tahun 2000.

Selain itu, di antara negara-negara anggota Komunitas Negara-negara Berbahasa Portugis (CPLP), tidak termasuk Brasil dan Portugal, Timor-Leste kini memiliki indikator pembangunan manusia terbaik kedua.

Meski demikian, Presiden Ramos-Horta mengingatkan bahwa tantangan struktural masih tetap besar, terutama tingginya angka kemiskinan, keterbatasan layanan dasar di wilayah pedesaan, dan ketergantungan ekonomi terhadap sektor minyak.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat Timor-Leste masih bergantung pada pertanian subsisten, sementara akses terhadap pekerjaan dan pelatihan kejuruan bagi kaum muda masih terbatas.

“Kita tidak dapat mengabaikan ataupun menunda tantangan-tantangan struktural ini,” katanya.

Ramos-Horta juga menyoroti perkembangan signifikan di sektor pendidikan tinggi sejak restorasi kemerdekaan. Jika pada 2002 Timor-Leste hanya memiliki satu universitas dengan sekitar 3.085 mahasiswa, kini negara telah memiliki 20 universitas dengan sekitar 68.997 mahasiswa.

Ia mengatakan bahwa saat ini Timor-Leste memiliki lebih dari 200 doktor, 1.400 magister, sekitar 49 ribu sarjana, dan sekitar 7 ribu lulusan sarjana  baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, program beasiswa nasional telah memberikan lebih dari 11.700 beasiswa di 28 negara sepanjang periode 2011 hingga 2025.

Presiden Republik memberikan apresiasi kepada masyarakat Timor-Leste yang telah berinisiatif mendirikan universitas-universitas swasta, serta kepada Pemerintah yang terus mendukung sektor pendidikan tinggi melalui bantuan finansial dan pengembangan infrastruktur pendidikan.

Namun demikian, Ramos-Horta menegaskan bahwa tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana mengubah investasi sumber daya manusia tersebut menjadi produktivitas ekonomi yang nyata.

Ia menekankan pentingnya memperkuat keterampilan tenaga kerja, menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja, dan mempercepat diversifikasi ekonomi nasional.

“Pertanyaan utamanya bukan lagi hanya apa yang telah dicapai Timor-Leste, tetapi bagaimana mengubah pencapaian tersebut menjadi kemakmuran yang berkelanjutan dan inklusif,” papar Ramos-Horta.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!