Top

Kepresidenan Republik gelar seminar nasional dorong refleksi kolektif peran kaum muda

Presiden Republik, Jose Ramos-Horta berbicara dalam seminar nasional yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairru Pite, Selasa (02/09). Foto GPM

DILI, 02 September 2025 (TATOLI) – Kepresidenan Republik  menyelenggarakan seminar nasional pada Selasa (02/09) ini dengan tema “Peran Generasi Baru dalam Konteks Pembangunan Nasional untuk Melanjutkan Karya Generasi Sebelumnya”. Seminar ini, diselenggarakan di Istana Kepresidenan Dili, yang merupakan bagian dari perayaan HUT ke-26 Jajak Pendapat.

Acara ini bertujuan untuk mendorong refleksi kolektif tentang peran kaum muda  dalam meneguhkan semangat patriotik, memperkuat demokrasi, dan mempersiapkan Timor-Leste menghadapi tantangan globalisasi dan ilmu pengetahuan, termasuk kemajuan Kecerdasan Buatan dan integrasi penuh negara ini ke dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di masa depan.

Pada sesi pembukaan, Presiden Republik, José Ramos-Horta, mengajak kaum muda untuk menghargai pendidikan sebagai dasar kontribusi mereka terhadap pembangunan negara.

“Seminar ini mungkin terdengar klise, karena saya telah berpartisipasi dalam banyak konferensi tentang kepemudaan. Namun pesan saya jelas,  belajar, belajar, belajar, dan belajar. Itulah kontribusi Anda. Meraih ijazah saja tidak cukup, dibutuhkan kualitas dan kompetensi,” tegas Kepala Negara.

Seminar nasional yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Bairru Pite, Selasa (02/09). Foto GPM

Presiden Ramos-Horta mengingatkan bahwa kaum muda telah menjadi kekuatan utama di balik transisi dan pembaruan politik sejak 2002 dan juga akan berperan krusial dalam memastikan perdamaian dan stabilitas internal.

“Kontribusi Timor-Leste ketika bergabung dengan ASEAN adalah untuk mengonsolidasikan perdamaian dan ketenangan, karena kawasan ini menghadapi banyak masalah. Jika kita menjaga stabilitas, para pemimpin ASEAN akan puas,” tegasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri, Xanana Gusmão, yang hadir di acara tersebut, menekankan bahwa generasi baru telah hadir di setiap momen penting dalam sejarah negara ini, mulai dari restorasi kemerdekaan hingga konsolidasi lembaga-lembaga demokrasi.

“Dalam sistem demokrasi, rakyat mengamati dan mengevaluasi perilaku para pemimpin mereka. Generasi muda seharusnya tidak hanya memikirkan pendidikan untuk menjadi pegawai negeri sipil, mereka perlu merenungkan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada pembangunan negara di segala bidang,” ujarnya.

Kepala Pemerintah juga mendorong generasi muda untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka peroleh, memupuk kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Xanana Gusmão juga menyoroti pentingnya visi strategis dalam kehidupan generasi muda.

“Tanpa visi, tidak ada perubahan. Tidak cukup hanya mengharapkan masa depan yang lebih baik; perlu merencanakan dan bertindak. Mereka yang hanya bercita-cita menduduki jabatan di pemerintahan atau parlemen terlalu individualistis,” tambahnya.

Seminar tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Banding, Afonso Carmona, beberapa anggota Pemerintah, korps diplomatik, mitra pembangunan, serta mahasiswa dan generasi muda. 

Reporter : Afonso do Rosário (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!