DILI, 26 Juni 2025 (TATOLI)—Pemerintah Jepang melalui JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang), hari ini mengadakan pertemuan dengan para Duta Besar di Timor-Leste untuk membahas koordinasi proyek peningkatan dan pemantauan aksesi penuh Timor – Leste ke ASEAN. Pertemuan itu dilaksanakan JICA untuk mendukung Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC).
“Dalam pertemuan ini, kita berkoloborasi dengan Pemerintah Jepang melalui agensi JICA untuk membantu proses penyelesaian persyaratan di roadmap dalam kegiatan proyek peningkatan koordinasi dan pemantauan aksesi ke ASEAN,” kata Wakil Menteri urusan ASEAN, Milena Maria Rangel pada wartawan di Hotel Timor, Dili, kamis ini.
Dijelaskan, proyek tersebut lebih difokuskan pada instrumen resmi yang telah ada sebelum aksesi ke ASEAN, dimana ada tiga point utama yang bermanfaat bagi masyarakat seperti, ekonomi, keamanaan dan sosial budaya.
“Pemerintah Jepang melalui JICA akan membantu kita untuk menyelesaikan persyaratan mengenai infrastruktur seperti yang dipresentasikan oleh perwakilan JICA. Mereka juga mendukung Timor-Leste dalam kontruksi bandara internasional kita, dan ini merupakan dukungan dari pihak Jepang untuk proses aksesi kita, dan juga dukungan lain yang telah diberikan,” tuturnya.
Berita terkait : PM Malaysia umumkan Timor-Leste akan jadi anggota penuh ASEAN pada KTT ke – 47
Perjanjian dan instrumen ASEAN yang diperlukan untuk aksesi ke ASEAN akan di terjemahkan dari bahasa inggris ke bahasa Portugis dan Tetum untuk diratifikasi oleh Timor-Leste.
JICA juga akan mendukkung Timor-Leste melalui magang di Sekretariat ASEAN, dan Lembaga lain di Timor-Leste, sehingga pejabat Timor-Leste akan memperdalam pemahaman mereka tentang perjanjian dan intrumen ASEAN dan berkontribusi pada ratifikasi.
“Selain itu dalam proyek tersebut, JICA dan Pemerintah Jepang akan membantu kita, yang disebut program lampiran di Sekretariat yang ada di Jakarta (Indonesia) dan mendukung juga para pejabat kita untuk berpartisipasi dalam rapat besar di Malaysia sehingga bisa dimengerti tentang instrument roadmap ASEAN,”ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jepang melalui JICA atas dukunganya ke Timor-Leste dalam membantu proses aksesi ke ASEAN.
Ditempat yang sama, Duta Besar Jepang di Timor-Leste, Tetsuya Kimura mengutarakan bahwa dalam pertemuan tersebut untuk meninjau kembali proses sebelumnya dan yang baru dari proyek peningkatan koordinasi dan pemantaun aksesi Timor – Leste ke ASEAN.
“Jepang mendukung aksesi Timor-Leste ke ASEAN sejak tahun 2019, dan juga Jepang sangat senang tentang Keputusan dari pemimpin ASEAN untuk menerima Timor-Leste jadi anggota penuh ASEAN di bulan Oktober mendatang. Dan ini sangat penting bagi Timor-Leste untuk bergabung dengan ASEAN, dan sangat penting juga bagi Timor-Leste untuk mempersiapkan kegiatan ASEAN,” pungkasnya.
Ditambahkan, Jepang akan mendukung menerjemahkan dokumen instrument ASEAN, sehingga dari Parlamen Nasional bisa mendapatkan informasi dari instrumen tersebut.
Berita terkait : Presiden Horta – PM Malaysia bahas persiapan KTT ASEAN Oktober 2025
Dikatakan, Jepang juga akan mendukung pelatihan bagi para pejabat Timor-Leste di Sekretariar ASEAN (ASEC), sehingga para pejabat Timor-Leste dapat memahami proses soal rapat ASEAN saat mengikuti kegiatan ASEAN.
Perlu diketahui, pada 26 Mei 2025 Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, secara resmi menyatakan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota penuh ASEAN pada KTT ke-47 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025, di Kuala Lumpur.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEC), menyebutkan Perdana Menteri Anwar menyampaikan apresiasi mendalam dan penghargaan tinggi kepada semua pihak, baik dari dalam ASEAN maupun mitra eksternal yang telah berkontribusi secara konsisten dalam mendukung proses aksesi Timor-Leste menuju keanggotaan penuh.
Keputusan tersebut juga menandai tonggak penting dalam sejarah ASEAN sebagai organisasi regional yang terus berkembang menuju integrasi lebih dalam dan inklusif.
ASEAN merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dibentuk pada 08 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara-negara pendiri ASEAN adalah Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura.
ASEAN kini beranggotakan 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Brunei Darrusalam.
Sementara, ASEAN telah mengakui Timor-Leste sebagai anggotanya yang ke-11. Status Timor-Leste sebagai pengamat (Observer). Keputusan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin ASEAN di Kamboja pada jumat (11/11/2022).
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




