iklan

POLITIK, HEADLINE

PM Xanana : Proyek Bandara harus sesuai anggaran

PM Xanana : Proyek Bandara harus sesuai anggaran

Masterplan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Dili, Timor-Leste. Foto spesial

DILI, 22 Mei 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri Kay-Rala Xanana Gusmão menegaskan bahwa desain pembangunan dan perluasan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL) harus disesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Pemerintah memutuskan mengganti desain lama yang dinilai terlalu mewah agar proyek tetap berjalan dengan anggaran yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan PM Xanana saat menjawab wartawan di Istana Negara Presiden Nicolau Lobato, Dili, usai bertemu Presiden Republik, Jose Ramos Horta, kamis ini.

“Desain sebelumnya sangat mewah. Namun anggarannya tidak cukup,  sehingga kami memutuskan untuk membuat desain yang biasa sesuai dengan anggaran yang ada.  Karena, dana perminyakan juga mulai berkurang,” kata PM Xanana.

PM Xanana menegaskan bahwa, Pemerintah ke – IX ini, lebih priotitaskan anggaran rakyat harus digunakan sesuai dengan kebutuhan. Anggaran dikelola sesuai dengan program Pemerintah  yang ada.

Berita terkait : Targetkan 2028 : TL resmikan pembangunan dan perluasan Bandara Nicolau Lobato  

“Saya juga pernah bicara di sini, pinjaman dari bank ADB (Asian Development Bank) untuk air bersih, ratusan juta, mau diapakan. Jadi,  dana rakyat harus dikelola dengan baik,” tutur PM Xanana.

Kepala Pemerintah juga menyingung mengenai proyek PNDS (Program Pengembangan Desa Nasional), dan program ‘Merenda Escolar’ di pemerintahan sebelumnya, dikelola dengan anggaran yang tidak sesuai dan sisa anggaran tidak dikembalikan ke kas negara dan  mengakibatkan adanya beberapa anggaran yang hilang.

“Saya di Pemerintahan ini, bukan mengetahui semuanya, namun untuk mengoreksi masalah yang ada, dana rakyat harus dikelola dengan baik,” tegas PM Xanana.

Menurut PM Xanana, dalam merencanakan suatu pembangunan dan proyek harus dilakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui sistem keuangan dan sisa anggaran harus dikembalikan ke kas negara.

Pemerintah Timor-Leste secara resmi memulai pembangunan dan perluasan Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato (AIPNL), ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang dilakukan pada 20 Mei 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Restorasi Kemerdekaan ke-23.

Sejak memulai masa jabatan pada 01 Juli 2023, pemerintah telah melakukan peninjauan ulang terhadap proyek-proyek strategis nasional, termasuk proyek pengembangan bandara, untuk memastikan kelayakan, keberlanjutan, dan efektivitasnya.

Pembangunan AIPNL merupakan proyek strategis nasional yang melibatkan tiga mitra internasional utama sebelumnya telah sepakat untuk memberikan pinjaman dan dukungan dana.

Japan International Cooperation Agency (JICA) menyumbang hibah sebesar 4,9 miliar yen (sekitar $37,5 juta) untuk pembangunan gedung terminal penumpang yang modern dan ramah pengguna.

Berita terkait : Dewan Menteri setujui konsep proyek Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato

Waskita Karya (Indonesia), melalui kemitraan dengan PT Amtyhas, akan menangani perluasan landasan pacu dan infrastruktur terkait dengan anggaran $72,5 juta, serta pengelolaan proyek senilai $6,28 juta yang dibiayai oleh Pemerintah Timor-Leste melalui pijaman dari ADB.

Pemerintah Australia, melalui Australian Infrastructure Financing Facility for the Pacific (AIFFP), memberikan pinjaman sebesar $45 juta dan hibah senilai $28,36 juta. Dana ini akan digunakan untuk membangun fasilitas pendukung seperti akses jalan, parkir, pemeliharaan, terminal kargo, fasilitas kesehatan, pemadam kebakaran, depo BBM, pagar perimeter, dan jembatan Beto Tasi.

Selain itu, Timor-Leste juga telah menerima pinjaman sebesar $135 juta dari ADB untuk mendanai pekerjaan infrastruktur inti seperti pelebaran landasan pacu, taxiway, apron, sistem penerangan, menara kontrol, dan gedung administrasi.

Dengan total investasi lintas mitra yang mencapai ratusan juta dolar, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi operasional bandara utama negara tersebut, serta memperkuat posisi Timor-Leste sebagai pusat konektivitas regional.

Sebelum peluncuran resmi proyek ini, pada 14 Mei 2025, Dewan Menteri telah menyetujui pencabutan Keputusan Pemerintah No. 25/2021, yang sekaligus membubarkan Unit Misi untuk Manajemen Terpadu Proyek Pengembangan Bandara Internasional Nicolau Lobato (UMGIP).

Unit ini dibentuk dalam konteks kerja sama dengan Bank Pembangunan Asia (ADB), namun tidak pernah diaktifkan dan tidak menjalankan fungsi apapun. Pembubaran ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar yang mendukung konsep baru proyek pengembangan AIPNL, yang telah disetujui Dewan Menteri pada 7 Mei 2025 lalu.

Pembangunan Bandara Internasional Nicolau Lobato merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memodernisasi sektor transportasi udara Timor-Leste dan meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan dan integrasi ekonomi kawasan.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!