DILI, 07 Mei 2025 (TATOLI)—Dewan Menteri melalui rapat, Rabu ini, secara resmi menyetujui konsep terpadu untuk proyek pengembangan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL).
Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Mantelu Gonçalves, menjelaskan konsep ini dianggap penting karena proyek pengembangan bandara akan dilaksanakan oleh tiga mitra internasional berbeda seperti JICA (Jepang), Waskita Karya (Indonesia), dan DFAT (Australia).
“Jika kita ingin membangun bandara ini dengan satu paket, maka kita harus menggabungkan desain,” jelas Menteri Miguel Gonçalves di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro.
Berita terkait : Perluasan Bandara AIPNL, PM Xanana : Tunggu desain baru dengan anggaran jelas
Ia mengatakan, masing-masing pihak memiliki kontraktor dan konsultan tersendiri, sehingga diperlukan satu desain menyeluruh yang menyatukan ketiga kontribusi secara teknis dan operasional.
Konsep untuk AIPNL sendiri baru diserahkan ke Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão pada Jumat (02/05) dan diputuskan untuk disampaikan dalam rapat Dewan Menteri.
“Saya bahkan tidak tahu kalau akan dibahas hari ini, tetapi syukurlah, berkat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum (MOP) konsep ini disetujui. Harapannya, ketiga pihak dapat menyelaraskan Detail Engineering Design (DED), sehingga anggaran keseluruhan bisa lebih efisien,” tambahnya.
Selanjutnya, JICA akan menyediakan hibah sebesar 4,9 miliar yen atau sekitar $37,5 juta untuk pembangunan gedung terminal penumpang.
Adapun, Waskita Karya akan menangani perluasan landasan pacu, dengan total anggaran sebesar $72,5 juta bersama mitranya PT Amtyhas bertanggung jawab atas manajemen proyek dengan anggaran sekitar $6,28 juta.
Serta pinjaman $45 juta dan hibah $28,36 juta dari Pemerintah Australia melalui Australian Infrastructure Financing Facility for the Pacific (AIFFP) untuk pembangunan akses jalan, area parkir, fasilitas pemeliharaan, kargo, fasilitas kesehatan, gedung pemadam kebakaran, depo BBM, pagar perimeter, dan jembatan Beto Tasi.
Sebelumnya, Timor-Leste menerima pinjaman $135 juta dari Asian Development Bank (ADB) untuk pekerjaan infrastruktur utama seperti pelebaran landasan pacu, taxiway, apron, sistem penerangan, menara kontrol, dan gedung administrasi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




