DILI, 03 agustus 2023 (TATOLI)—Sekretaris Negara urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE-tetun), Rogério Araujo Mendonça menginformasikan bahwa proses pemulangan dua jenazah berwarga Negara Timor-Leste (WNTL) yang meninggal akibat kecelakaan masih menunggu keputusan Pemerintah Korea Selatan (Korsel).
“Dari laporan yang kami dapatkan dari atase ketenagakerjaan di Korsel bahwa Kepolisian Korsel sudah selesai melakukan identifikasi, tetapi untuk proses pemulangan harus menunggu keputusan Pemerintah Korsel karena para korban kecelakaan adalah tenaga kerja ilegal yang sudah keluar dari sistem pemantauan Pemerintah,” ungkap Rogério Araujo Mendonça di SEFOPE Becora, rabu ini.
Sesuai kronologi yang dipaparkan oleh atase ketenagakerjaan TL di Korsel bahwa para korban yang mengalami kecelakaan sebelumnya sudah mengonsumsi alkohol, dua diantaranya mengemudikan motor, pada saat masuk di jalan raya sang pengemudi pertama menabrak sebuah drum, disusul dengan dua lainnya yang berboncengan menabrak pengemudi pertama.
Berita terkait : Dua WNTL meninggal di Korsel masih dalam proses investigasi
Sesaat kemudian salah satu taxi dari belakang langsung menabrak kedua korban yang berboncengan sehingga keduanya tidak bisa tertolong dan menghembuskan nafas terakhir sebelum dilarikan ke rumah sakit.
“Sang pengemudi pertama hanya mengalami luka dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit, tetapi mereka bertiga semuanya adalah tenaga kerja WNTL yang sudah keluar dari sistem atau pekerja ilegal di Korsel,” ungkapnya.
Ia menegaskan sangat beresiko bagi para tenaga kerja yang sudah keluar dari sistem pemantauan Pemerintah Korsel dan Timor-Leste karena akan sangat sulit ketika para tenaga kerja mendapatkan masalah atu menghadapi kesulitan di Korsel.
Disebutkan, kedua WNTL yang meninggal berasal dari kotamadya Ainaro bernama Gracildo Soares da Silva sudah bekerja sejak 2012 dan Florindo de Araujo Fátima juga dari Ainaro sudah bekerja sejak 2016. Korban lainnya ynag masih hidup dan dirawat di rumah sakit bernama Rui Fernando da Silva berasal dari kotamadya Baucau dan sudah bekerja di Korsel sejak 2018.
“Untuk proses pemulangan sepenuhnya saat ini kita menunggu keputusan Pemerintah Korsel karena mereka memiliki aturan dan undang-undang sendiri, tetapi Pemerintah TL melalui SEFOPE dan Duta Besar serta Atase di Korsel akan terus berkoordinasi untuk mencari solusi,” jelasya.
Berita terkait : Dua korban tewas akibat kecelakaan di Korsel berasal dari Ainaro
Rogério Araujo Mendonça meminta para tenaga kerja yang saat ini masih bekerja di Korsel untuk tetap mematuhi aturan dan jangan mengambil tindakan untuk keluar dari sistem dan menjadi ilegal karena akan merugikan diri mereka sendiri.
Sementara, Duta Besar Korsel di TL, Shin Mantaek juga turut mengucapkan belasungkawa pada seluruh keluarga dari kedua korban yang ada di Timor-Leste dan percaya bahwa Pemerintah Timor-Leste akan berupaya memulangkan dua jenazah WNTL tersebut.
“Kami percaya Pemerintah akan berupaya untuk memulangkan mereka. Kami juga akan berikan dukungan dan mencari jalan kelaur agar jenazah mereka bisa kembali ke TL,” ungkapnya.
Menurut data yang diperoleh dari SEFOPE saat ini tenaga kerja yang keluar dari sistem berjumlah lebih dari 1.000 orang.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




