DILI, 04 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (MOP) menandatangani kontrak dengan perusahaan-perusahaan pemenang tender untuk pelaksanaan proyek Road for Development (R4D) yang mencakup 16 paket rehabilitasi jalan pedesaan di Kotamadya Viqueque dan Manufahi.
Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, mengatakan bahwa pemerintah hari ini menandatangani kontrak dengan 16 perusahaan untuk melaksanakan proyek R4D di dua kotamadya tersebut, yakni delapan paket di Viqueque dan delapan paket di Manufahi. Menurutnya, proyek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Perdana Menteri yang memberikan prioritas pada pembangunan jalan pedesaan.
“Proyek ini akan mempermudah masyarakat di daerah pedesaan dalam melakukan mobilitas, mengakses sekolah, rumah sakit, dan pasar, terutama untuk membawa serta menjual produk-produk lokal mereka ke pasar,” kata Samuel Marçal kepada wartawan di kantornya di Caicoli, Kamis ini.
Ia mengimbau seluruh perusahaan pemenang tender agar mempercepat pelaksanaan proyek sesuai ketentuan kontrak, namun tetap menjamin kualitas pekerjaan. Menurutnya, pemerintah tidak menargetkan seluruh proyek selesai dalam tahun ini, melainkan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kapasitas anggaran negara.
“Yang paling dibutuhkan masyarakat di daerah pedesaan adalah listrik, air bersih, dan jalan. Untuk sektor kelistrikan, pada tahap berikutnya pemerintah akan menandatangani lagi sekitar 20 paket proyek,” ujarnya.
Samuel Marçal menjelaskan bahwa beberapa perusahaan memperoleh lebih dari satu paket proyek. Karena itu, pemerintah meminta perusahaan-perusahaan tersebut bekerja secara profesional dan berkomitmen agar tidak terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan proyek yang telah dipercayakan pemerintah.
“Hari ini seluruh perusahaan telah menandatangani kontrak dan akan segera memulai pelaksanaan proyek dengan durasi pekerjaan selama satu tahun,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif perusahaan Bere is Back, Luis Bernardo Gamboa, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan proyek rehabilitasi jalan pedesaan tersebut.
“Perusahaan kami akan melaksanakan proyek di Kotamadya Viqueque dan siap menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak yang telah disepakati,” ujarnya.
Luis Bernardo Gamboa juga menjamin bahwa proyek akan dilaksanakan dengan standar kualitas yang baik. Ia menegaskan bahwa meskipun perusahaannya menangani dua paket proyek, hal tersebut tidak menjadi kendala karena perusahaan memiliki peralatan yang memadai untuk bekerja di lapangan.
Ia juga menanggapi berbagai kritik yang mengaitkan perusahaannya dengan isu kualitas pekerjaan pada proyek sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut tidak berkaitan dengan proses tender proyek kali ini karena seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Saya hanya ingin menegaskan bahwa banyak pihak mempertanyakan perusahaan kami terkait isu kualitas, namun hal itu tidak ada hubungannya dengan tender ini karena seluruh proses pengadaan berjalan secara legal. Sebagai warga negara, kami memiliki hak untuk ikut berkompetisi,” tegasnya.
Proyek rehabilitasi jalan pedesaan Paket 16 ini akan dilaksanakan oleh sejumlah perusahaan, antara lain Alifa Pereira Unip, Lda; JV Lecha Lyan Pacific Unip, Lda; Halta Diak Unip, Lda; Afifra Unip, Lda; CA10 Rakama Unip, Lda; Sayfiyande Unip, Lda; Chelmer Unip, Lda; Edzores83 JP Unip, Lda; Lekduadyti Unip, Lda; Limfim Dargima Unip, Lda; King-Gamboa Unip, Lda; Bere is Back Unip, Lda; Ema Horacio Unip, Lda; Resikou9405 Unip, Lda; Metaqueli Unip, Lda; Seiti Nabilan 28 Unip, Lda; dan Brother Mean Unip, Lda.
Total anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan 16 paket rehabilitasi jalan pedesaan tersebut mencapai lebih dari US$9 juta.
Reporter : Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




