DILI, 08 november 2022 (TATOLI)—Menteri Transportasi dan Komunikasi (MTK), José Agostinho da Silva mengatakan pihaknya telah melakukan kesepakatan ASA (Air Service Agreement) antara Timor-Leste dan lima negara untuk menjamin konektivitas penerbangan udara di masa depan.
Kelima negara yang telah melakukan kesepakatan ASA dengan Timor-Leste adalah, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Brunei Darrusalam, Selandia Baru dan Kamboja.
“Kita sudah miliki kesepakatan ASA antara Pemerintah TL dengan Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Brunei Darrusalam dan Selandia Baru. Sementara, baru-baru ini kita juga menandatangani kesepakatan dengan Kamboja,” ucap Menteri Agostinho kepada TATOLI, di Parlemen Nasional, selasa ini.
Berita terkait : MNEK Adaljiza usulkan kesepakatan perjanjian ASA antara Jepang dan Timor-Leste
Ia mengatakan, Pemerintah TL melalui MTK terus berupaya, dimana tiga kesepakatan ASA telah diratifikasi oleh Parlemen Nasional dengan negara Indonesia, Australia dan Singapura.
Menteri itu pun menjelaskan kesepakatan ASA yang sudah ditandatangani harus diserahkan pada pihak Parlemen Nasional untuk diratifikasi maka negara bersangkutan dapat menyediakan pesawat mereka untuk melakukan penerbangan ke TL.
Dia menambahkan, sesuai dengan upaya yang ada nantinya di masa depan akan ada 11 negara yang menjadi penghubung TL ke luar negeri melalui kesepakatan ASA dan diratifikasi di Parlemen Nasional.
Saat ini katanya, MTK tengah melakukan persiapan teknis untuk melanjutkan kesepakatan ASA dengan China, Malaysia, Turki, Kuwait, Filipina, dan Portugal.
Berita terkait : Timor-Leste dan Selandia Baru tandatangani perjanjian dibidang penerbangan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK -tetum), Adaljiza Magno dalam kunjungan luar negerinya, juga memberi usulan pada Pemerintah Jepang agar bisa memiliki perjanjian ASA demi menyediakan layanan penerbangan Jepang dan Timor-Leste (TL).
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




