iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Kebakaran besar hanguskan 1.000 rumah di Malaysia

Kebakaran besar hanguskan 1.000 rumah di Malaysia

Rumah-rumah terbakar di negara bagian Sabah, Malaysia. Daerah tempat kebakaran adalah sebuah desa tepi sungai dengan banyak rumah kayu yang dibangun di atas tiang, tempat tinggal komunitas berpenghasilan rendah, termasuk masyarakat adat dan individu tanpa kewarganegaraan. Foto BERNAMA

DILI, 20 April 2026 (TATOLI) – Kebakaran besar di desa terapung, Sandakan, Kampung Bahagia, Malaysia, pada Minggu (19/4/2026) pukul 01.32 dini hari waktu setempat, menghanguskan sekitar 1.000 rumah apung, dan membuat 9.007 warga terdampak. Daerah tempat kebakaran terjadi adalah sebuah desa tepi sungai dengan banyak rumah kayu yang dibangun di atas tiang di tepi sungai.

Bencana ini terjadi di “desa air” distrik Sandakan, wilayah timur laut Sabah, yang dihuni sebagian kelompok masyarakat paling rentan, termasuk penduduk adat dan warga tanpa kewarganegaraan.

Melansir dari AFP melaporkan, permukiman itu terdiri dari rumah-rumah kayu yang dibangun rapat di atas air, sehingga api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Kepala Kepolisian Sandakan, George Abd Rakman, menyebut kebakaran ini insiden sangat besar dan memilukan, yang berdampak pada 9.007 penduduk, seperti dikutip dari harian The Star.

Dalam kantor berita BERNAMA, Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sandakan, Jimmy Lagung, mengatakan kobaran api melahap area seluas lebih dari empat hektar, dengan kondisi air surut menghambat upaya untuk mendapatkan sumber air terbuka yang memadai untuk operasi pemadaman kebakaran.

“Selain air laut, operasi pemadaman kebakaran menggunakan air dari tanker dan hidran bertekanan milik sebuah pabrik. Empat jalur selang sepanjang 1.000 kaki dan 12 pancaran air digunakan untuk memadamkan api,” katanya.

“Sebuah mobil pemadam kebakaran (Fire Rescue Tender/FRT) dari stasiun Kinabatangan juga membantu operasi tersebut, dengan mengerahkan dua jalur selang sepanjang 400 kaki dengan empat pancaran air,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Jimmy mengatakan operasi pemadaman kebakaran berakhir pada siang hari, dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Selain itu, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sabah menerima laporan bahwa kejadian sekitar pukul 01.32 dini hari waktu setempat, pada Minggu dan langsung mengerahkan 37 personel dari dua stasiun pemadam.

Dalam pernyataannya, departemen Damkar menyebut kebakaran menghanguskan sekitar 1.000 rumah apung sementara yang mencakup area seluas 10 hektar.

Akses menuju lokasi yang sempit menjadi kendala utama bagi mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau titik api. Kondisi pasang surut air laut turut menyulitkan petugas dalam mendapatkan sumber air terbuka untuk memadamkan si jago merah. Angin kencang yang terjadi saat kejadian pun memperparah penyebaran kobaran api di kawasan padat tersebut.

Meski kerusakan sangat besar, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Departemen pemadam kebakaran kini menyatakan, situasi telah terkendali dan tak ada lagi ancaman lanjutan.

Daerah tempat kebakaran terjadi adalah sebuah desa tepi sungai dengan banyak rumah kayu yang dibangun di atas tiang, tempat tinggal komunitas berpenghasilan rendah, termasuk masyarakat adat dan individu tanpa kewarganegaraan. Menurut angka tidak resmi, ratusan orang telah mengungsi, termasuk sekitar 445 orang yang tercatat di titik-titik pendaftaran awal.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan pemerintah Malaysia berkoordinasi dengan pemerintah negara bagian Sabah untuk mengerahkan bantuan darurat dan mengatur tempat tinggal sementara bagi para korban. Ia menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan para korban dan memberikan dukungan penting di lapangan.

TATOLI kutip dari BERNAMA, AFP

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!