DILI, 20 April 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV kembali menyerukan pentingnya dialog sebagai jalan utama untuk mengakhiri konflik yang masih berlangsung di Ukraina dan di kawasan Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan Paus saat memimpin doa Regina Coeli dalam kunjungan Apostoliknya di Angola usai Misa pada Minggu (19/04), sebagaimana dilaporkan Vatican News.
Dalam pesannya, Paus menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya serangan di Ukraina yang terus berdampak pada masyarakat sipil. Ia juga menyampaikan kedekatan spiritualnya kepada seluruh rakyat Ukraina yang terdampak konflik.
Berita terkait : WHO : Konflik Timur Tengah ganggu sistem kesehatan di 16 daerah
“Saya sangat sedih atas meningkatnya serangan terhadap Ukraina,” demikian pesan Paus, seraya menegaskan kembali seruannya agar “senjata dibungkam” dan dialog menjadi jalan penyelesaian konflik.
Selain itu, Paus menekankan bahwa upaya perdamaian harus didorong melalui pendekatan diplomatik yang berkelanjutan, bukan kekerasan.
Menyoroti situasi di Timur Tengah, khususnya di Lebanon, Paus menyambut gencatan senjata yang terjadi baru-baru ini sebagai “tanda harapan” bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Ia mendorong semua pihak untuk terus melanjutkan upaya dialog guna mencapai perdamaian yang permanen di kawasan tersebut.
Paus juga mengajak umat beriman di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa bagi para korban konflik dan menumbuhkan nilai kasih, keadilan, serta rekonsiliasi.
Seruan tersebut merupakan bagian dari pesan Paus dalam kunjungan apostoliknya ke Afrika pada April 2026, yang menyoroti pentingnya perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah dunia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




