Timor – Leste sambut delegasi NTT dan Maluku dalam Festival Fronteira 2026

LAUTÉM, 22 Oktober 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste menyambut kedatangan delegasi Indonesia dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku melalui jamuan makan malam bersama dalam rangkaian Festival Fronteira 2026 yang berlangsung di Com, Pos Administratif Lautém, katamadya Lautém, Kamis malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama antara masyarakat Timor-Leste dan Indonesia, khususnya komunitas yang tinggal di kawasan perbatasan kedua negara.
Menteri Administrasi Negara (MAE), Tomás do Rosário Cabral, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi Indonesia, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten Maluku Barat Daya, serta peserta dari Kisar, Alor, dan Lirang.
“Saya atas nama Pemerintah Timor-Leste dan pemerintah daerah tingkat dua di Timor-Leste mengucapkan terima kasih atas kehadiran delegasi Indonesia ke sini. Selamat datang. Ini adalah tempat kita dan hubungan kita berdasarkan perbatasan yang ada,” kata Menteri Tomás Cabral.

Festival Fronteira 2026 yang diadakan di Com, Pos Administratif Lautém, katamadya Lautém. Foto GPM
Ia menjelaskan, Festival Fronteira yang kini memasuki penyelenggaraan keempat merupakan hasil kerja sama berbagai lembaga pemerintah, termasuk Sekretariat Negara Bidang Seni dan Budaya, untuk memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan.
Festival tersebut pertama kali diselenggarakan di Bobonaro pada 2023, kemudian berlanjut ke Oé-Cusse pada 2024, Covalima pada 2025, dan tahun ini berlangsung di Lautém.
“Festival ini adalah untuk mengeratkan kembali hubungan kita di wilayah perbatasan,” ujarnya.
Selain mempererat hubungan kedua negara, Tomás Cabral menekankan pentingnya menjadikan festival sebagai sarana meningkatkan kesadaran terhadap perlindungan lingkungan, khususnya konservasi keanekaragaman hayati laut dan pengurangan sampah plastik.
Ia menyampaikan bahwa pada hari berikutnya, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dijadwalkan membahas pentingnya menjaga laut dan kebersihan wilayah pesisir sebagai tanggung jawab bersama.

Pertunjukan tari budaya dalam kegiatan Festival Fronteira 2026. Foto GPM
“Besok Bapa Perdana Menteri akan berbicara soal masalah laut biru untuk kita semua supaya kita bisa menjaga kebersihan di pinggiran laut,” katanya.
Menteri Tomás Cabral juga menyampaikan apresiasi kepada tim Fronteira Marítima, Oceano Azul, serta berbagai pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.
Menurutnya, kegiatan festival tidak boleh berhenti pada acara seremonial, tetapi harus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ia meminta Otoritas Kotamadya Lautém bersama masyarakat setempat untuk terus melanjutkan kegiatan perlindungan lingkungan setelah festival berakhir, dengan dukungan pemerintah dan lembaga terkait.
Sementara itu, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menyambut hangat kehadiran delegasi Indonesia dari NTT dan Maluku serta mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan masyarakat yang hadir di Com.
“Selamat datang. Senang sekali karena saya bisa lihat banyak orang di sini,” ujar Xanana Gusmão dalam bahasa Indonesia.

Dalam suasana penuh keakraban dan diselingi canda, Perdana Menteri juga menyampaikan permohonan maaf karena tiba terlambat pada kegiatan makan malam tersebut.
Ia berharap selama tiga hari pelaksanaan festival, para peserta dari kedua negara dapat memanfaatkan kesempatan untuk saling berkomunikasi, bertukar pengalaman, dan mempererat hubungan persaudaraan.
“Mudah-mudahan dalam tiga hari ini kita bisa saling bicara, saling menyapa,” katanya.
Xanana Gusmão juga menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme masyarakat Com yang hadir dalam kegiatan penyambutan tersebut. Ia mengatakan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai berbagai agenda festival akan dilakukan pada hari berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, panitia penyelenggara menyerahkan sertifikat penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival Fronteira 2026, di antaranya East Timor Trading, Salimagu, Metrolink, serta sponsor lainnya.
Acara makan malam bersama turut dimeriahkan dengan pertunjukan musik budaya sebagai bagian dari penyambutan delegasi Indonesia dan upaya memperkuat pertukaran budaya masyarakat kedua negara.
Festival Fronteira 2026 merupakan edisi keempat yang diselenggarakan sebagai wadah untuk memperkuat rekonsiliasi, persahabatan, dan kerja sama lintas batas antara masyarakat Timor-Leste dan Indonesia melalui kegiatan budaya, dialog, serta upaya bersama dalam menjaga lingkungan kawasan perbatasan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

