Timor-Leste dan Filipina perkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi

DILI, 05 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Komisi Pendidikan Tinggi Filipina (CHED – Comission on Higher Education of the Philippines) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, dengan fokus pada mobilitas akademik, beasiswa, penelitian, penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, transfer kredit, dan kerja sama antarlembaga Pendidikan pendidikan tinggi dan penelitian.
Penandatanganan yang dilakukan Kota Cebu, Filipina, itu ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan, Mariano Assanami Sabino, dan Presiden CHED, Shirley Agrupis, dalam acara Higher Education Partnership Conference (HEPCON) 2026.
Dalam Laman Pemerintah yang diakses, disebutkan bahwa acara HEPCON 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 01 dan 02 Oktober di Cebu itu mempertemukan para pejabat pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, pakar, serta perwakilan dari berbagai institusi pendidikan tinggi untuk mendorong dialog, pertukaran pengetahuan, dan pembentukan kemitraan internasional. Topik-topik yang dibahas dalam konferensi ini mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian, penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, inovasi, serta internasionalisasi pendidikan tinggi.
Wakil PM Mariano Assanami Sabino juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam konferensi tersebut—dalam kapasitasnya sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan—bergabung dalam rangkaian acara yang melibatkan para pejabat dari institusi pendidikan tinggi serta para ahli dari berbagai negara.
Sementara itu, kesepakatan perjanjian tersebut menetapkan kerangka kerja yang luas bagi kerja sama antara Timor-Leste dan Filipina, serta diharapkan dapat mendorong peluang pelatihan baru bagi mahasiswa, tenaga pengajar, dan peneliti, sekaligus mengembangkan kemitraan antar-institusi pendidikan tinggi di kedua negara.
Dalam sambutannya, Mariano Assanami Sabino menyoroti prioritas Pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia dalam proses pembangunan nasional dan menyampaikan apresiasi kepada Filipina atas dukungan yang diberikan kepada Timor-Leste.

Wakil Perdana Menteri juga berharap agar Memorandum baru ini dapat diwujudkan dalam bentuk inisiatif kerja sama yang konkret serta peningkatan peluang bagi mahasiswa Timor-Leste untuk menempuh studi di Filipina.
Memorandum baru ini melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama hampir dua dekade antara Timor-Leste dan Filipina di bidang pendidikan tinggi. Berdasarkan data yang dirilis oleh CHED, sekitar 200 mahasiswa Timor-Leste telah menerima dukungan untuk menempuh studi di Filipina selama periode tersebut, dan saat ini terdapat 126 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Filipina.
Melalui kerangka kerja sama yang baru ini, Timor-Leste dapat menentukan bidang-bidang prioritas untuk pelatihan penerima beasiswa, sementara CHED akan bertanggung jawab mengoordinasikannya dengan institusi pendidikan tinggi di Filipina yang sesuai dengan bidang-bidang tersebut, dengan tetap mematuhi ketentuan penerimaan masing-masing institusi.
Peluang kerja sama yang telah diidentifikasi mencakup kemitraan antara University of the Philippines dan Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL), peluang pelatihan lanjutan dan pelatihan medis bagi mahasiswa serta profesional Timor-Leste, serta potensi kolaborasi dengan Mariano Marcos State University terkait beasiswa, mobilitas akademik, penelitian, dan pengembangan kapasitas.
Turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut adalah Duta Besar Timor-Leste untuk Filipina, Marciano Octávio Garcia da Silva, Rektor UNTL, Joviano António da Costa dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Cristovão dos Reis.
Memorandum yang ditandatangani pada 01 Oktober itu menetapkan kerangka kerja untuk mengembangkan inisiatif-inisiatif khusus antara institusi dari kedua negara di bidang-bidang yang telah ditetapkan sebagai prioritas.
Tim TATOLI

