Badan IAEA setujui aksesi Timor-Leste sebagai negara anggota

DILI, 15 September 2026 (TATOLI) – Dalam Konferensi Umum ke-70 Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang berlangsung pada hari Senin ini di Wina, Austria, aksesi Timor-Leste sebagai Negara Anggota IAEA telah disetujui, sehingga menjadikan total jumlah negara anggota badan IAEA sebanyak 182 negara.
Melansir laman MNEC (Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama), menyebutkan bahwa, penerimaan tersebut diumumkan secara resmi oleh Presiden Konferensi Umum yang baru terpilih, Gustavo Zlauvinen, dalam Sidang Reguler ke-70 Konferensi Umum IAEA.
Delegasi Timor-Leste yang berpartisipasi dalam Konferensi Umum ke-70 Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) itu dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Jesuína Gomes, didampingi oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Swiss, António da Conceição, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Jesuína Gomes menyampaikan terima kasih kepada Dewan Gubernur, Konferensi Umum, dan negara-negara anggota organisasi—khususnya mitra dari kawasan Asia-Pasifik—atas dukungan yang diberikan selama proses aksesi berlangsung.
Ia menegaskan bahwa aksesi negara itu ke badan IAEA menunjukkan komitmennya terhadap multilateralisme, non-proliferasi nuklir, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir untuk tujuan damai.
Wakil Menteri juga memaparkan prioritas nasional di bidang air, pertanian, kesehatan, dan energi, serta penguatan kapasitas regulasi, seraya menegaskan komitmen negara tersebut untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi IAEA.
Sementara itu, Direktur Jenderal badan tersebut, Rafael Mariano Grossi, serta dari perwakilan Amerika Serikat dan Uni Eropa memberikan ucapan selamat kepada Timor-Leste atas aksesinya ke badan IAEA.
Rafael Mariano Grossi sangat menyambut baik aksesi tersebut dan mengapresiasi komitmen Timor-Leste dalam memperkuat kerja sama serta mendorong pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai demi pembangunan berkelanjutan.
Didirikan pada tahun 1957, badan IAEA hadir untuk menjawab kekhawatiran internasional terkait penggunaan senjata nuklir selama Perang Dunia II dan proliferasi teknologi nuklir.
Tim TATOLI

