DILI, 06 Juli 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, berpartisipasi dalam sebuah dialog yang membahas Program Peradilan Keliling (Mobile Justice), yang juga dihadiri oleh delegasi sektor peradilan dari Rio de Janeiro, Brasil. Dalam pertemuan itu Presiden Republik menyoroti pentingnya Layanan Peradilan Keliling.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama hukum antara Timor-Leste dan Brasil serta berbagi pengalaman mengenai model Peradilan Keliling, dengan tujuan menjamin akses yang lebih luas terhadap keadilan bagi masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Presiden Ramos-Horta, dalam pertemuan itu menyoroti model peradilan keliling Brasil serta menggarisbawahi potensinya untuk diterapkan sesuai dengan realitas di Timor-Leste. “Ini adalah delegasi dari sektor peradilan Rio de Janeiro, Brasil yang mengembangkan Program Peradilan Keliling. Tujuannya adalah menghadirkan layanan peradilan bagi masyarakat yang tidak memiliki akses mudah ke pengadilan,” ujar Ramos-Horta.
Ia menjelaskan bahwa sistem di Brasil melibatkan tim lengkap yang terdiri dari hakim dan tenaga teknis peradilan yang bepergian menggunakan unit keliling untuk memberikan layanan langsung kepada masyarakat. “Di Rio de Janeiro, mengingat luasnya wilayah kota dan adanya daerah-daerah yang sulit dijangkau, para hakim, jaksa, dan pengacara mendatangi lokasi menggunakan unit keliling demi menjamin akses terhadap keadilan,” tambahnya.
Presiden Republik juga menyebutkan bahwa pengalaman ini dapat bermanfaat bagi Timor-Leste, khususnya bagi penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan, di mana akses ke pengadilan lebih terbatas. “Di desa-desa kami, banyak warga harus menempuh perjalanan jauh ke Suai atau Baucau untuk menyelesaikan masalah hukum mereka,” tegasnya.
Kepala Negara juga mendorong penguatan sistem peradilan Timor-Leste dan pembentukan Mahkamah Agung. “Saya memikul tanggung jawab ini dan saya yakin bahwa pada bulan November tahun ini Mahkamah Agung dapat diresmikan. Proses ini sedang berjalan dan mendapat dukungan internasional, termasuk dari Portugal,” ujarnya.
Menurut Ramos-Horta, pembentukan lembaga peradilan tingkat tinggi ini akan memperkuat kualitas putusan pengadilan dan meningkatkan kepercayaan terhadap sistem peradilan. “Jika terdapat putusan tingkat pertama yang dianggap tidak adil, harus ada mekanisme banding yang lebih kuat,” katanya.
Presiden Republik juga menyoroti tantangan yang masih ada terkait kualifikasi para profesional di sektor tersebut. “Masih terdapat kendala menyangkut kualitas sebagian hakim, jaksa, dan pengacara, serta hambatan bahasa yang perlu diatasi,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kehakiman, Sérgio Hornai, menegaskan bahwa kunjungan delegasi Brasil ini bertujuan untuk mempersiapkan konferensi internasional bertema “Hak Asasi Manusia dan Supremasi Hukum” yang akan berlangsung pada tanggal 08 – 10 Juli ini di Dili, serta akan mempertemukan para pakar, akademisi, dan perwakilan lembaga dari Timor-Leste dan Brasil.
“Tujuan utamanya adalah menyelenggarakan konferensi internasional dengan tema ‘Hak Asasi Manusia, Negara Hukum yang Demokratis, dan Keadilan’. Tema ini memiliki sifat universal serta menghimpun kontribusi dari para akademisi dan pakar internasional dalam menganalisis berbagai tantangan dan kemajuan di sektor peradilan,” ujarnya.
Menteri Sergio juga menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Kepresidenan Republik, Kementerian Kehakiman, dan Kedutaan Besar Timor-Leste di Brasil, yang dikoordinasikan dengan lembaga-lembaga peradilan di Rio de Janeiro.
“Kami ingin membahas akses terhadap keadilan, khususnya bagi warga dengan keterbatasan sumber daya ekonomi, guna memastikan pembelaan hak-hak mereka di hadapan negara,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa konferensi ini juga akan menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama internasional serta berbagi pengalaman di bidang pelatihan hukum dan hak asasi manusia.
Dialog tingkat tinggi yang diadakan Istana Kepresidenan, Senin ini hadir juga Hakim Banding (Desembargadora) Cristina Gaulia dari Pengadilan Tinggi Rio de Janeiro.
Tim TATOLI




