iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Mantan Presiden “Lú Olo” wafat, Pemerintah segera tetapkan Hari Berkabung Nasional

Mantan Presiden “Lú Olo” wafat, Pemerintah segera tetapkan Hari Berkabung Nasional

Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “Lú Olo”. Foto TATOLI/António Daciparu

DILI, 22 Juni 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste, segera menggelar rapat luar biasa Dewan Menteri, Senin ini, untuk menetapkan tujuh hari Masa Berkabung Nasional atas wafatnya Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “Lú Olo”.

Mantan Presiden RDTL dan juga sebagai Ketua Umum Partai FRETILIN, dan Mantan Ketua Majelis Konstituante Republik Timor-Leste dan Mantan Ketua Parlemen Nasional meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif.

Pertemuan rapat luar biasa Dewan Menteri ini dipimpin oleh Perdana Menteri Sementara, dan juga sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Sosial, dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino yang digelar di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Dili, Senin (22/06).

Berita terkait : Mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres “Lú-Olo” meninggal dunia  

“Sebagai Perdana Menteri Sementara bersama dengan Menteri Urusan Pejuang Pembebasan Nasional, Gil da Costa Oan Soru, kita akan menetapkan Hari Berkabung Nasional selama tujuh hari. Jadi, pada pukul 10:30 WTL ini, kita akan mengadakan rapat Luar Biasa Dewan Menteri untuk mengeluarkan dekrit Hari Berkabung Nasional,”  kata Perdana Menteri Sementara, Mariano Assanami Sabino dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pemerintah, Senin ini.

Perdana Menteri Sementara, Mariano Assanami Sabino, sebelum menggelar rapat luar biasa Dewan Menteri,  dalam konferensi pers itu atas nama pemerintah, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.

“Kita semua merasakan kehilangan rekan sebangsa, kawan seperjuangan, komandan kita. Oleh karena itu, Pemerintah menginstruksikan kepada pimpinan Menteri untuk mengatur penerbangan khusus guna membawa pemulangan jenazah mendiang Francisco Guterres Lú Olo ke Timor-Leste.  Kita akan menggunakan pesawat Aero Dili yang juga menggunakan bendera kita. Ini adalah penerbangan charter khusus hanya untuk membawa pulang jenazah mendiang bersama keluarganya ke Timor-Leste,” kata Mariano Assanami.

Mariano Assanami dalam konferensi pers itu menyatakan kesedihan yang mendalam atas  kehilangan seorang pejuang pemberani yang berjuang untuk pembebasan nasional Timor-Leste.

Perwakilan Pemerintah Konstitusional IX itu menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar partai FRETILIN dan rakyat Timor-Leste.

Berita terkait : Mantan Presiden Lú-Olo wafat, Presiden Ramos-Horta sampaikan belasungkawa mendalam

Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “Lú Olo” wafat, meninggalkan istri Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, dan empat anak, Francisco Cidalino, Eldino Nobre, Felezito Samora Guterres dan Dália Luliana Nobre Guterres.

Mantan Presiden Lú Olo yang lahir  di Ossu, Distrik Viqueque, pada 07 September 1954, itu menutup usia di 71 tahun.

Menurut rencana, pemulangan jenazah dari Kuala-Lumpur ke Timor-Leste akan dilakukan hari Selasa (23/06).

Tim TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!