iklan

POLITIK, HEADLINE

Kepemimpinan-Diplomasi Regional tema kuliah umum Ramos-Horta di ERIA School Government

Kepemimpinan-Diplomasi Regional tema kuliah umum Ramos-Horta di ERIA School Government

Presiden Republik Jose Ramos-Horta menyampaikan kuliah umum di ERIA School of Government, Jakarta Indonesia. Foto Media Kepresidenan

DILI, 03 Juni 2026 (TATOLI) –   Presiden Republik, Jose Ramos-Horta menyampaikan kuliah umum (pidato utama) di ERIA School of Government, Jakarta Indonesia pada Selasa (02/06). Dalam kuliah umum tersebut Presiden Republik mengusung tema “Kepemimpinan di Era yang Berbahaya : Hak Asasi Manusia, Pembangunan Bangsa, dan Diplomasi Regional”.

Presiden Republik diundang sebagai pembicara kehormatan pada edisi keempat Leadership Lecture Series yang bergengsi tersebut dan  Kepala Negara berpartisipasi dalam forum tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA). Inisiatif ini mempertemukan para pemimpin regional, pembuat kebijakan, akademisi, dan pakar dengan tujuan untuk mendorong pemikiran strategis, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memperdalam kerja sama di Asia Tenggara.

Dalam siaran pers Kepresidenan Republik disebutkan, Kepala Negara dalam kuliah umum itu mengusung tema “Kepemimpinan di Era yang Berbahaya: Hak Asasi Manusia, Pembangunan Bangsa, dan Diplomasi Regional”. Dimana, Presiden Ramos-Horta berbagi refleksi mengenai perjuangan bersejarah Timor-Leste untuk merdeka dan pengalamannya yang luas dalam mediasi serta resolusi konflik internasional.

Selama kuliah umum dan sesi dialog yang mengikutinya, yang dimoderatori oleh Profesor Nobuhiro Aizawa, Dekan ERIA School of Government, Presiden Ramos-Horta  menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip, visi strategis, dan ketahanan untuk menghadapi tantangan konteks internasional saat ini. Beliau juga menggarisbawahi komitmen berkelanjutan Timor-Leste terhadap integrasi regional dan kemajuan yang telah dicapai dalam proses menuju keanggotaan penuh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Sesi ini dibuka oleh Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, dan Profesor Aizawa. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian konferensi yang, selama beberapa tahun terakhir, telah menghadirkan partisipasi mantan Kepala Negara dan Pemerintahan dari Indonesia, Kamboja, dan Thailand.

Di akhir partisipasinya, Presiden Ramos-Horta menandatangani Wall of Fame ERIA, mengikuti sesi foto bersama, dan menghadiri resepsi jamuan makan siang bersama para tamu undangan.

Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Kepresidenan Republik untuk berbagi pengalaman unik Timor-Leste dalam proses pembangunan negara, sekaligus berkontribusi pada debat regional mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, dan masa depan diplomasi di Asia Tenggara.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!