iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Presiden Ramos – Horta dan UEA luncurkan proyek hunian aman bagi siswi Timor-Leste

Presiden Ramos – Horta dan UEA luncurkan proyek hunian aman bagi siswi Timor-Leste

Acara peletakan batu pertama proyek pembangunan asrama siswi di yang dibangun di dekat Istana Kepresidenan Republik, di Dili, pada Rabu (20/05). Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 20 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dan Pemerintah Timor-Leste resmi menandatangani nota kesepahaman untuk pembangunan asrama Siswi beserta infrastruktur sosial pendukung di Dili, dalam proyek yang didanai oleh UEA dan dinilai sebagai tonggak penting dalam penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Duta Besar UEA untuk Timor-Leste, Abdulla Salem, dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, disaksikan Presiden Republik, José Ramos-Horta, dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kawasan proyek pembangunan asrama siswi di dekat Istana Kepresidenan Republik, di Dili, pada Rabu (20/05).

Usai penandatanganan, kedua negara melaksanakan acara peletakan batu pertama proyek di dekat Istana Presiden, Dili. Proyek tersebut mencakup pembangunan kompleks hunian modern untuk menampung Siswi dari keluarga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Dubes Abdulla Salem mengatakan proyek itu merupakan “tonggak sejarah” dalam hubungan antara UEA dan Timor-Leste, sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama di bidang pembangunan, pendidikan, dan kemanusiaan.

Menurut Abdulla Salem, proyek tersebut dilaksanakan atas arahan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, yang terus memberikan perhatian besar terhadap dukungan pembangunan berkelanjutan, pendidikan, dan kerja sama kemanusiaan di berbagai negara.


Penandatanganan nota kesepahaman untuk pembangunan asrama siswi dilakukan oleh Duta Besar UEA untuk Timor-Leste, Abdulla Salem, dan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, disaksikan Presiden Republik, José Ramos-Horta, dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto Media Kepresidenan Republik

Ia menjelaskan, kompleks asrama tersebut juga akan dilengkapi fasilitas sosial terpadu, termasuk klinik medis modern, guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi para Siswi.

“Tujuan utama proyek ini adalah menciptakan lingkungan budaya dan sosial yang terpadu untuk mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kapasitas akademik dan kepemimpinan nasional guna berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan kemajuan berkelanjutan di Timor-Leste,” ujar Abdulla Salem.

Ia menambahkan proyek tersebut juga diharapkan menjadi dasar bagi kerja sama yang lebih luas antara kedua negara di bidang pembangunan dan ekonomi. Menurutnya, Timor-Leste kini telah menjadi mitra yang bernilai dan terpercaya bagi UEA.

Sementara itu, Presiden José Ramos-Horta menjelaskan gagasan pembangunan asrama tersebut muncul setelah dirinya melihat langsung kondisi tempat tinggal yang sulit dihadapi banyak Siswi Timor-Leste yang datang ke Dili dari berbagai daerah.

“Saya melihat banyak Siswi hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan berbahaya. Saya ingin melakukan sesuatu untuk menjawab situasi ini,” kata Ramos-Horta.

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung menyampaikan usulan proyek tersebut kepada Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, dalam pertemuan di Abu Dhabi.

“Saya menjelaskan situasinya dan beliau langsung mengatakan ingin mendukung inisiatif ini,” ujar Ramos-Horta.

Menurut Presiden Republik, asrama tersebut nantinya mampu menampung sekitar 300 Siswi berusia di atas 16 tahun dengan fasilitas tempat tinggal yang modern dan aman.

Ramos-Horta menambahkan lahan yang digunakan untuk pembangunan proyek merupakan milik Presidensi Republik dan tetap akan menjadi aset publik yang diperuntukkan bagi dukungan pendidikan para Siswi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah UEA atas dukungan pendanaan pembangunan asrama perempuan tersebut.

Bangunan yang ditargetkan selesai pada 2027 itu akan menggunakan sistem energi surya, penampungan dan pengolahan air hujan, serta daur ulang air limbah sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular.

Selain asrama, kompleks tersebut juga akan dilengkapi klinik medis, ruang belajar, kantin, taman, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya bagi para Siswi.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, anggota pemerintah, deputi, perwakilan korps diplomatik, serta para duta besar yang terakreditasi di Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!