iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Mantan Pekerja TL di Australia – Korsel ikuti pelatihan rencana bisnis

Mantan Pekerja TL di Australia – Korsel ikuti pelatihan rencana bisnis

IADE bersama SEFOPE dan Mitra Internasional ILO dan Uni Eropa menggelar pelatihan bisnis untuk mantan tenaga kerja Timor-Leste di Australia dan Korea. Foto Tatoli /Francisco Sony

DILI, 02 Maret 2026 (TATOLI) – Institut Pendukung Pengembangan Bisnis (IADE) bekerja sama dengan Sekretariat Negara untuk Pelatihan Kejuruan dan Ketenagakerjaan (SEFOPE) memberikan pelatihan penyusunan rencana bisnis kepada 22 mantan pekerja Timor-Leste yang sebelumnya bekerja di Australia dan Korea Selatan.

Direktur Eksekutif IADE, Filomeno Marcelino Belo, mengatakan pelatihan yang berlangsung selama satu minggu ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kaum muda di bidang kewirausahaan. Pelatihan difokuskan pada pengembangan ide dan rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen keuangan, serta akses terhadap permodalan.

“Pelatihan ini merupakan pertama kalinya kami membantu mereka mengembangkan ide bisnis. Ketika mereka sudah memiliki ide, kami mendampingi dalam penyusunan rencana usaha. Para pekerja kita pergi ke luar negeri untuk mendapatkan penghasilan, namun saat kembali ingin berbisnis sering kali belum memiliki ide yang jelas. Karena itu, pelatihan ini penting agar mereka dapat menjadi pengusaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan tidak hanya dilaksanakan di Dili, tetapi juga di sejumlah kotamadya lainnya. Pekan lalu, IADE telah memberikan pelatihan kepada 16 mantan pekerja dari Australia di Baucau. Program ini difokuskan pada lima kotamadya, yakni Dili, Baucau, Ermera, Lautém, dan Viqueque.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Uni Eropa dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang bermitra dengan SEFOPE dan IADE dalam pelaksanaannya.

Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito Rosário Cabral, mengatakan kegiatan ini membantu para pekerja dalam mengembangkan ide usaha, sejalan dengan program SEFOPE yang memfasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Menurutnya, sebagian besar mantan pekerja yang pernah bekerja di luar negeri memilih membuka usaha sendiri setelah kembali ke tanah air, seperti usaha kafetaria, hortikultura, serta peternakan hewan dan ikan.

Salah satu mantan pekerja di Australia, Madalena Guterres, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas fasilitasi pelatihan tersebut. Ia bekerja di Australia pada periode 2012 hingga 2025 dan berhasil mengumpulkan penghasilan, namun belum memiliki gagasan untuk memulai usaha.

“Saya mengikuti pelatihan ini dengan harapan dapat memperoleh ide bisnis. Selama bekerja, saya fokus menghasilkan uang untuk membangun rumah dan membeli tanah, tetapi belum memiliki rencana usaha,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Uni Eropa di Timor-Leste, Paulino, mengajak para mantan pekerja untuk memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal agar dapat mengembangkan usaha dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Reporter: Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor :  Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!