iklan

POLITIK, HEADLINE

Pemerintah gelar pertemuan pertama persiapan TL jadi tuan rumah ASEAN tahun 2029  

Pemerintah gelar pertemuan pertama persiapan TL jadi tuan rumah ASEAN tahun 2029  

Pemerintah Timor-Leste, menggelar pertemuan pertama Dewan Penyelenggara Nasional Kepresidenan ASEAN tahun 2029. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 23 Februari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste, Senin ini menggelar  pertemuan pertama Dewan Nasional Penyelenggara Kepresidenan ASEAN tahun 2029,  yang dipimpin Perdana Menteri (PM), Kay-Rala Xanana Gusmão, dengan dihadiri oleh anggota pemerintah, dan pihak-pihak terkait.

Pertemuan perdana Dewan Penyelenggara Nasional Kepresidenan ASEAN tahun 2029  itu digelar di aula utama Kementerian Keuangan di Aitarak-Laran. Dimana pertemuan tersebut untuk  mempersiapkan tahun 2029 ketika Timor-Leste akan menjadi tuan rumah ASEAN.

Perdana Menteri Xanana dalam pidatonya pada pertemuan itu mengatakan  pertemuan pertama ini dilakukan untuk memulai persiapan. “Hari ini kita memulai persiapan paling formal untuk kepresidenan Timor-Leste di ASEAN pada tahun 2029. Dalam satu generasi setelah restorasi kemerdekaan, negara kita akan mengemban tanggung jawab memimpin ASEAN,” kata PM Xanana.

Dikatakan, bergabungnya Timor-Leste dengan ASEAN adalah proses yang panjang dan harus bersyukur atas komitmen dan kerja keras semua pihak, terutama mereka yang hadir di ruangan ini. “Pada KTT ASEAN di Malaysia, tahun lalu, mereka menyambut kita ke ASEAN. Ini adalah pencapaian besar bagi negara kita,” paparnya.

Bergabung dengan ASEAN, katanya sepenuhnya mengintegrasikan Timor-Leste ke dalam kehidupan ekonomi dan strategis Asia Tenggara, menghubungkan pembangunan Timor-Leste dengan stabilitas dan pertumbuhan di kawasan ini.

“Bergabung dengan ASEAN juga memperkuat suara strategis dan politik kita, yang memungkinkan Timor-Leste untuk berkontribusi pada pengambilan keputusan dan aksi politik regional. Jadi, sebagai sebuah bangsa, kita sedang beralih dari pembangunan perdamaian dengan Negara ke periode konsolidasi dan integrasi,” jelasnya.

Dijelaskan, ketika Timor-Leste memegang jabatan Kepresidenan ASEAN pada tahun 2029, maka Timor-Leste akan memulai periode kepemimpinan baru.

“Negara kita tidak lagi terpisah dari urusan regional, tetapi akan memikul tanggung jawab penuh. Ini adalah tanggung jawab besar bagi negara kita dan seluruh rakyat kita. Jadi, kita harus memastikan bahwa kita layak mendapatkan kepercayaan yang diberikan oleh mitra regional kita,” ungkapnya.

Dilanjutkan bahwa “Piagam ASEAN memberi kita hak dan kewajiban yang sama seperti semua Negara Anggota. Ini berarti bahwa, pada tahun 2029, kita tidak hanya akan berpartisipasi tetapi juga akan memimpin. Dimana, kita memimpin ASEAN bukan hanya tentang mengadakan pertemuan. Ini adalah ujian untuk melihat bahwa sebagai sebuah Negara, kita dapat berkoordinasi, memprioritaskan, menganggarkan, dan melaksanakan dengan disiplin,” katanya.

Jadi, Kepala Pemerintah itu mengatakan akan membutuhkan kerja sama pemerintah yang efektif dan komprehensif, perencanaan yang cermat, manajemen keuangan yang solid, infrastruktur yang aman dan andal, serta suara nasional yang kuat (yaitu, suara lantang sebagai sebuah bangsa) dalam lingkungan regional yang semakin kompleks.

“Kepresidenan kita harus menunjukkan bahwa kita mampu membangun kekuatan institusional yang tidak hanya berpartisipasi dalam diskusi, tetapi juga memimpin. Pada tahun 2029, kinerja kita akan membentuk bagaimana kawasan kita dapat memahami Timor-Leste untuk generasi mendatang. Dan, pada tahun 2029, mata seluruh dunia akan tertuju pada kita. Ini akan menjadi acara internasional terbesar yang pernah kita selenggarakan,” katanya.

Pada KTT ASEAN, kata PM Xanana bahwa Timor-Leste tidak hanya akan menerima para pemimpin regional, tetapi juga para pemimpin dari seluruh dunia. “Kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Oleh karena itu, persiapan harus dimulai. Struktur tata kelola yang dibentuk oleh Dewan Menteri akan menjadi dasar bagi tugas besar ini. Dewan ini akan menentukan arah strategis.

Dimana, Komite Eksekutif akan mengawasi pelaksanaannya dan Sekretariat Nasional ASEAN akan mengkoordinasikan seluruh layanan.

“Hari ini, kita memulai langkah konkret pertama kita. Kita akan mengadopsi Kerangka Acuan untuk sektor-sektor terkait dan subkomite operasional. Dan kita akan menyetujui Rencana Kerja Tahunan 2026. Tahun pertama adalah fase fondasi kita. Pada akhir tahun 2026, kita seharusnya telah menyelesaikan penilaian awal dan rencana aksi kita,” paparnya.

Untuk itu, penting untuk ditekankan bahwa persiapan untuk tahun 2029 akan mengharuskan Timor-Leste untuk memperkuat infrastruktur penting di seluruh negeri.

Oleh karena itu, tugas besar yang Timor-Leste emban untuk menjadi tuan rumah ASEAN bukan hanya sekadar penyelenggaraan KTT 2029, tetapi lebih dari itu. Yaitu bekerja keras untuk meningkatkan kehidupan dan kesempatan bagi seluruh warga negara ini.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay usai pertemuan kepada media mengatakan pertemuan ini, membahas persiapan Timor-Leste  menuju Kepresidenan ASEAN tahun 2029

“Pertemuan ini, membahas persiapan kita khususnya pada poin-poin penting dari lima (5) pilar urusan sosial, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri, dengan arahan yang jelas, dalam hal teknis dan kita sedang mempersiapkannya,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Rangel menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan yang pertama dari persiapan Timor-Leste untuk menjadi tuan rumah KTT ASEAN pada tahun 2029.

“Pertemuan ini merupakan fase pertama bagi kita untuk menjadi tuan rumah KTT ASEAN pada tahun 2029, setelah disetujuinya resolusi Pemerintah pada tanggal 04 Februari lalu. Ini adalah komitmen nasional, ketika kita telah bergabung sebagai anggota ASEAN, sesuai urutan abjad, pada tahun 2029 Timor-Leste akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN,” kata Milena.

Ia mengatakan, dalam pertemuan pertama berhasil disetujui rencana aksi Timor-Leste untuk tahun 2026 dan diputuskan sektor-sektor mana yang penting untuk memilih pemimpin puncak agar dapat melakukan pekerjaan terbaik.

“Perdana Menteri kita sendiri adalah Ketua atau Pemimpin Dewan Penyelenggara Nasional Kepresidenan ASEAN tahun 2029   dan dua (2) Wakil Perdana Menteri adalah wakilnya. Dalam pertemuan ini, kita juga menentukan sub-komite yang membahas isu-isu seperti infrastruktur, protokol, serta menentukan tema, isi, prioritas, 14 sub-komite yang kita putuskan bersama yang perlu dilakukan sekarang hingga akhir tahun 2026,” kata Milena.

Oleh karena itu, katanya Pemerintah juga akan melakukan survei data dasar untuk mengetahui kondisi Timor-Leste saat ini dan kondisi Timor-Leste pada akhir tahun 2026. Jadi,  setiap bulan Pemerintah terus mengadakan pertemuan untuk mengupdate kesiapan Timor-Leste dalam menjadi tuan rumah semua acara ASEAN pada tahun 2029.

TATOLI

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!