iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Vatikan nyatakan posisi khusus, absen dari Dewan Perdamaian

Vatikan nyatakan posisi khusus, absen dari Dewan Perdamaian

Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin. Foto Vatikan news

DILI, 19 Februari 2026 (TATOLI) – Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, menegaskan bahwa Vatikan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena memiliki karakter dan status yang berbeda dari negara-negara lain.

Dikutip dari Vatican News, pernyataan tersebut disampaikan Kardinal Parolin di sela-sela pertemuan bilateral dengan Pemerintah Italia di Palazzo Borromeo, yang merupakan Kedutaan Besar Italia untuk Vatikan, dalam rangka peringatan penandatanganan Pakta Lateran. Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden Republik Italia, Sergio Mattarella.

“Vatikan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian karena sifat khususnya, yang jelas berbeda dengan negara-negara lain,” ujar Kardinal Parolin kepada wartawan.

Menanggapi pertanyaan mengenai partisipasi Italia sebagai pengamat dalam Dewan Perdamaian, Kardinal Parolin menyebut terdapat sejumlah aspek yang masih memerlukan klarifikasi.

“Ada beberapa poin yang membuat kami agak bingung. Ada beberapa poin penting yang perlu dijelaskan. Yang penting adalah upaya sedang dilakukan untuk memberikan tanggapan. Namun, bagi kami ada beberapa isu penting yang harus diselesaikan,” katanya.

Berita terkait : Vatikan tanggapi usulan Trump bentuk Dewan Perdamaian untuk Gaza

Ia menambahkan bahwa salah satu perhatian utama Vatikan adalah mengenai peran lembaga internasional dalam menangani krisis global.

“Salah satu kekhawatiran adalah bahwa di tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang telah kami tekankan,” jelasnya, merujuk pada peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam kesempatan yang sama, Kardinal Parolin juga menyampaikan keprihatinannya terhadap perang di Ukraina, menjelang peringatan keempat pecahnya konflik tersebut. Ia menyoroti situasi yang masih ditandai dengan pemboman terhadap infrastruktur energi di Kyiv dan kota-kota lainnya.

“Mengenai Ukraina, ada pesimisme yang cukup besar. Di kedua belah pihak, tampaknya tidak ada kemajuan nyata terkait perdamaian, dan sungguh tragis bahwa setelah empat tahun, kita masih berada di titik ini,” ungkapnya.

Ia berharap dialog yang sedang berlangsung dapat membawa kemajuan, meskipun menurutnya harapan dan ekspektasi saat ini tidak terlalu besar.

Selain membahas isu internasional, Kardinal Parolin juga menekankan hubungan baik antara Vatikan dan Pemerintah Italia. Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan bilateral tersebut terdapat ungkapan terima kasih dari Vatikan atas perhatian Pemerintah Italia terhadap berbagai isu yang dekat dengan misi Gereja.

Isu-isu tersebut meliputi kebijakan sosial, termasuk langkah-langkah untuk keluarga, pendidikan, disabilitas, serta persoalan penjara. Ia juga menyinggung kemajuan yang dicapai melalui kelompok kerja yang berkaitan langsung dengan Konferensi Uskup Italia dalam menangani berbagai persoalan tersebut.

Untuk diketahui bahwa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berinisitif membentuk Dewan Perdamaian untuk mengawasi tata kelola dan rekonstruksi di Gaza pasca genosida Israel.

Dilansir situs Britannica, Dewan Perdamaian merupakan badan internasional yang diketuai oleh Donald Trump dan dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata pada Oktober 2025 dalam Perang Israel-Hamas.

Badan ini akan mengawasi pemerintahan teknokrat transisi Palestina di Jalur Gaza, yang disebut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) dan dipimpin oleh eks pejabat otoritas Palestina Ali Shaath.

Dewan Perdamaian juga akan melucuti senjata Hamas dan mengerahkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk melatih pasukan polisi Palestina yang baru.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!