iklan

INTERNASIONAL, HEADLINE

Pemerintah Jepang danai fase kedua proyek kesehatan ibu di Bobonaro

Pemerintah Jepang danai fase kedua proyek kesehatan ibu di Bobonaro

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, dan perwakilan Frontline, Kawaguchi Yohei, menandatangani perjanjian dana hibah dengan disaksikan Menteri Kesehatan Timor-Leste, Elia Amaral. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 12 Februari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jepang memberikan dana hibah lebih dari US$500.000 untuk pelaksanaan fase kedua proyek “Penguatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu melalui Pengembangan Kapasitas Medis dan Peningkatan Infrastruktur di kotamadya Bobonaro,” dalam kerangka Program Bantuan Keuangan untuk Proyek Organisasi Non-Pemerintah (LSM) Jepang.

Proyek ini akan dilaksanakan oleh LSM Frontline dan  proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan berkontribusi dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir di kotamadya Bobonaro.

Perjanjian dukungan dana hibah tersebut ditandatangani oleh Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, dan perwakilan Frontline, Kawaguchi Yohei, di disaksikan Menteri Kesehatan Timor-Leste, Elia Amaral. Penandatangan dilakukan di Kedutaan Besar Jepang di Timor-Leste, Pantai Kelapa, Dili, Kamis (12/02).

Pada fase kedua, proyek ini akan diperluas ke seluruh kotamadya Bobonaro, dengan tetap mempertahankan pelatihan perawatan prenatal bagi tenaga kesehatan, mempromosikan kelas-kelas untuk ibu hamil, dan melakukan kampanye kesadaran masyarakat.

Inisiatif ini juga mencakup pelatihan USG, pemasangan sistem energi surya di unit-unit kesehatan dengan pasokan listrik yang tidak stabil, dan dukungan untuk pengembangan pedoman nasional untuk kelas persiapan persalinan.

Kegiatan-kegiatan tersebut akan dikembangkan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kotamadya Bobonaro, dan Dinas Kesehatan Kotamadya, dengan tujuan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan setelah proyek selesai.

Diperkirakan sekitar 2.500 ibu hamil di kotamadya tersebut akan mendapat manfaat dari peningkatan perawatan prenatal. Pembuatan dan implementasi pedoman untuk kelas persiapan persalinan di tingkat nasional juga dapat menjangkau lebih dari 100.000 orang di seluruh negeri.

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, YAMAMOTO Yasushi, mengatakan bahwa di bawah Skema Bantuan Hibah untuk Proyek LSM Jepang, mereka telah melaksanakan proyek-proyek mereka di Dili, Ermera, dan Bobonaro.

“Saya telah mendengar tanggapan balik yang baik mengenai pelatihan USG dan penyediaan peralatan USG yang telah dilakukan di Ermera, yang mencerminkan dampak positif dari kegiatan mereka,” kata Dubes YAMAMOTO Yasushi.

Dubes YAMAMOTO Yasushi juga  mengharapkan  bahwa staf medis, ibu hamil, pasangan mereka, keluarga, dan masyarakat akan memperoleh pengetahuan berharga melalui proyek ini, yang pada akhirnya membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa. Ia juga menyampaikan harapan tulusnya untuk keberhasilan proyek ini.

Kebijakan bantuan pembangunan Jepang sangat selaras dengan Rencana Pembangunan Strategis Timor-Leste, yang memprioritaskan sektor kesehatan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Timor-Leste. Secara khusus, dukungan kepada Pemerintah Timor-Leste ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap perawatan ibu yang berkualitas dan memberdayakan masyarakat untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Strategis Sektor Kesehatan Nasional.

Dubes YAMAMOTO Yasushi  juga mengatakan bahwa di sektor kesehatan, sebagian besar fasilitas kesehatan kesulitan beroperasi secara efektif terutama karena keterbatasan ruang dan pasokan listrik yang tidak stabil.

“Bobonaro menghadapi beberapa tantangan termasuk kurangnya akses ke layanan kesehatan selama musim hujan. Meskipun tingkat kehadiran perawatan antenatal mencapai 56%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 43%, angka kematian ibu dan bayi baru lahir tetap tinggi, dan angka persalinan di fasilitas kesehatan rendah,” katanya.

Sejak tahun 2002, Jepang telah mendukung kesehatan ibu dan anak melalui organisasi internasional, JICA, LSM Jepang dan lokal. Saat ini, Jepang sedang membangun ruang bedah dan perinatal di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares. Dalam kemitraan dengan UNFPA, Jepang telah melakukan renovasi dan pelatihan, termasuk di CHC Lolotoe, Bobonaro. 

Reporter : Camilio de Sousa (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor   : Filomeno Martins 

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!