iklan

EKONOMI

Ekonomi Timor-Leste Stabil di 2025, Ketergantungan dana perminyakan jadi perhatian

Ekonomi Timor-Leste Stabil di 2025, Ketergantungan dana perminyakan jadi perhatian

Gubernur BCTL, Helder Lopes. Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 09 Februari 2026 (TATOLI) — Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) merilis Laporan Mid-Term Ekonomi 2025, menegaskan bahwa ekonomi Timor-Leste tumbuh stabil di tengah inflasi rendah dan penguatan sektor perbankan, namun masih menghadapi tantangan ketergantungan pada dana pendapatan perminyakan dan defisit eksternal.

Menurut Gubernur BCTL, Helder Lopes, pertumbuhan PDB non-minyak diproyeksikan mencapai 4,4% pada 2025, meningkat dari 4,1% pada 2024. Pertumbuhan ini ditopang oleh pengeluaran publik, konsumsi rumah tangga, dan investasi swasta yang mulai pulih, terutama di sektor konstruksi yang mendapatkan efek positif dari proyek infrastruktur pemerintah.

“Pertumbuhan ekonomi tetap moderat, dengan inflasi rendah yang mendukung daya beli masyarakat. Namun, ketergantungan anggaran pada Dana Perminyakan masih menjadi isu serius bagi keberlanjutan fiskal jangka panjang,” kata Helder Lopes dalam laporan yang diakses TATOLI.

Pendapatan domestik mencapai US$124,7 juta pada paruh pertama 2025, naik 36% dibanding periode sama tahun 2024, terutama berkat peningkatan penerimaan pajak. Sementara itu, transfer dari Dana Perminyakan tetap menjadi penopang utama anggaran, dengan Estimated Sustainable Income (ESI) sebesar US$500 juta.

Belanja pemerintah terus meningkat, terutama untuk konsumsi publik dan proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jembatan. Meski mendorong pertumbuhan, peningkatan pengeluaran ini memperkuat ketergantungan fiskal pada minyak, menimbulkan kekhawatiran jangka panjang.

Sektor perbankan Timor-Leste tetap stabil. Total kredit tumbuh 23,5%, meningkatkan rasio kredit terhadap PDB menjadi 34,6%. Non-performing loan rendah, yakni 2,5%, dan simpanan masih menjadi sumber pendanaan utama bank. Meskipun begitu, suku bunga pinjaman masih tinggi akibat hambatan struktural dalam transmisi moneter.

BCTL juga mencatat adanya penurunan tipis pada agregat moneter (M2) akibat penarikan simpanan, namun permintaan kredit yang kuat menunjukkan bahwa intermediasi keuangan domestik sedang berkembang.

Defisit akun berjalan melebar menjadi US$279,1 juta pada paruh pertama 2025, terutama akibat meningkatnya impor dan penutupan lapangan gas Bayu-Undan. Non-oil ekspor tetap terbatas, sementara surplus pendapatan dan remitansi tidak cukup menutupi defisit.

Aset Dana Perminyakan tetap menjadi penyangga penting dengan lebih dari US$18,7 miliar, tetapi penarikan berkelanjutan dapat mengurangi keberlanjutan fiskal setelah tahun 2030.

BCTL menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi, termasuk pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan manufaktur skala kecil. Infrastruktur publik diharapkan meningkatkan produktivitas swasta dan daya saing ekspor.

Selain itu, penguatan disiplin fiskal, peningkatan intermediasi keuangan melalui digitalisasi dan akses kredit, serta kebijakan untuk menjaga stabilitas eksternal menjadi prioritas. Upaya meningkatkan produksi domestik dan mengurangi ketergantungan impor juga dianggap strategis.

Secara keseluruhan, ekonomi Timor-Leste pada 2025 menunjukkan ketahanan jangka pendek berkat konsumsi publik, investasi, dan sistem perbankan yang stabil. Namun, penguatan keberlanjutan fiskal, diversifikasi ekonomi, dan peningkatan peran sektor swasta tetap menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan.

Reproter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!