iklan

EKONOMI, HEADLINE

Timor-Leste dan Australia sepakat percepat negosiasi Proyek Greater Sunrise

Timor-Leste dan Australia sepakat percepat negosiasi Proyek Greater Sunrise

Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmão dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese menggelar konferensi pers kepada media usai melakukan pertemuan di kantor pemerintah, Dili, Rabu (28/01). Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 28 Januari 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste dan Australia menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan proyek gas Greater Sunrise, dalam rangka mendukung pembangunan nasional dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda Timor-Leste.

Kesepakatan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam kunjungan resmi PM Australia ke Dili, Rabu ini di kantor Pemeirntah.

PM Xanana menekankan pentingnya pengolahan gas Greater Sunrise di daratan Timor-Leste sebagai strategi pembangunan nasional dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

“Natural gas dari Greater Sunrise harus diolah di darat di Timor-Leste. Ini esensial untuk pembangunan nasional kita dan kekuatan jangka panjang negara,” ujar PM Xanana.

Ia menambahkan, “Pengembangan Greater Sunrise akan memberikan peluang bagi kaum muda untuk memperoleh keterampilan dan berpartisipasi dalam industri baru, sehingga membuka lapangan kerja bagi generasi mendatang.”

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat mempercepat finalisasi Petroleum Mining Code, kontrak bagi hasil produksi, dan rezim fiskal proyek ini.

PM Albanese menyampaikan, “Kami telah menunjuk Dr. Katrina Cooper, salah satu diplomat internasional paling berpengalaman, untuk mendorong proses negosiasi antara mitra komersial agar mencapai hasil yang sangat penting bagi kedua negara.”

PM Albanese menekankan bahwa pengembangan proyek Greater Sunrise akan dilakukan secara komersial yang kuat, teknis andal, dan selaras dengan kepentingan rakyat Timor-Leste.

Kesepakatan ini tetap mematuhi ketentuan Perjanjian Batas Maritim 2018, yang menjadi fondasi penyelesaian sengketa maritim secara damai dan adil.

Kedua pihak sepakat bahwa percepatan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan pembangunan ekonomi Timor-Leste, tetapi juga memperkuat kerja sama bilateral di sektor energi, sekaligus memperluas kesempatan kerja dan pengembangan keterampilan bagi kaum muda Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!