DILI, 16 Januari 2026 (TATOLI) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Nasional Pendukung Layanan Rumah Sakit di Kementerian Kesehatan mencatat ada 122 pasien yang dirujuk ke luar negeri untuk melakukan pengobatan lanjutan selama tahun 2025.
Direktur Nasional Pendukung Layanan Rumah Sakit di Kementerian Kesehatan, Maria Santina de Jesus Gomes, mengatakan 122 pasien itu dirujuk ke luar negeri untuk melanjutkan perawatan kesehatan di luar negeri.
“Selama tahun 2025 kami merujuk 122 pasien ke luar negeri. Dari jumlah tersebut, 87 pasien telah menyelesaikan perawatan dan 30 pasien terus melanjutkan perawatan,” kata Maria Santina de Jesus Gomes kepada wartawan di kantornya, Caicoli, Jumat ini.
Ia menginformasikan, ada 10 pasien yang tidak melanjutkan perawatan kesehatan di luar negeri karena hilang kontak saat dihubungi.
“Mereka yang kami rujuk ke luar negeri untuk perawatan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga termasuk anak-anak berusia dua hingga 14 tahun yang terkena kanker. Dan, anak-anak dirujuk ke rumah sakit Singapura untuk perawatan, sedang orang dewasa di rawat di rumah sakit Malaysia,” katanya.
Dijelaskan, sebagian besar pasien ini menderita kanker, diikuti pasien berpenyakit jantung. Sementara itu, pasien yang meninggal dunia saat melakukan perawatan di luar negeri ada enam (6) orang. Sedangkan delapan (8) orang kembali ke tanah air dan melanjutkan pengobatan di sini.
Sementara itu, untuk tahun 2026, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan telah menyiapkan delapan (8) pasien untuk dirujuk ke rumah sakit di Malaysia dan Singapura.
Reporter : Felicidade Ximenes
Editor : Cancio Ximenes (Penerjemah : Armandina Moniz)




