DILI, 13 Januari 2026 (TATOLI)— Be’e Timor-Leste, Perusahaan Publik (BTL, E.P), mencatat pendapatan sebesar $2.116.000 sepanjang periode Januari hingga Desember 2025. Pencapaian tersebut belum memenuhi target pendapatan yang ditetapkan pada tahun yang sama.
Ketua BTL, Gustavo da Cruz, menjelaskan bahwa pendapatan BTL pada 2025 ditargetkan mencapai $2,4 juta. Namun, realisasi yang diperoleh baru mencapai sekitar 98 persen dari target tersebut.
“Harapan atau target kami pada tahun 2025 adalah meraih pendapatan sebesar $2,4 juta, tetapi kami hanya mencapai 98 persen atau $2.116.000,” kata Gustavo da Cruz kepada TATOLI, Selasa ini.
Ia menggarisbawahi bahwa pendapatan BTL berasal dari berbagai sumber, antara lain pengelolaan air limbah, pembayaran air bulanan melalui meteran, pengujian kualitas air di laboratorium, penjualan air bersih, pembuangan air limbah di Tibar, serta sumber pendapatan lainnya.
Menurut Gustavo, tidak tercapainya target pendapatan pada 2025 dipengaruhi oleh pelebaran dan perbaikan jalan yang dilakukan di ibu kota Dili. Pekerjaan infrastruktur tersebut menyebabkan BTL kehilangan sejumlah pelanggan yang beralih ke sumber pendapatan lain.
“Meskipun tahun ini pendapatan yang terkumpul relatif kecil, perbaikan yang telah dilakukan merupakan pencapaian yang baik untuk terus mendorong kami meningkatkan sistem. Dengan demikian, pada tahun 2026 kami berharap dapat memperoleh pendapatan yang lebih baik untuk menutupi target sebesar 3 juta dolar AS,” ujarnya.
Selain mengumpulkan pendapatan, BTL juga melakukan penghematan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar $2 juta. Gustavo menjelaskan bahwa anggaran awal BTL yang ditransfer dari Kementerian Pekerjaan Umum ditetapkan sebesar $10 juta, namun hingga akhir tahun realisasi transfer baru mencapai $8 juta.
“Dengan demikian, kami menghemat 2 juta dolar AS untuk memenuhi kebutuhan kementerian dalam menangani proses penggusuran akibat pelebaran jalan, sehingga anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran kompensasi,” pungkasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




