DILI, 08 Januari 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, Jumat ini, meluncurkan Sistem Anggaran Pemerintah (Government Resource Planning/GRP) 2026 dan menyerukan kepada seluruh pimpinan lembaga negara agar melaksanakan Anggaran Negara dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, serta komitmen kuat dalam melayani masyarakat.
Usai peluncuran sistem tersebut, Perdana Menteri menegaskan bahwa pengelolaan anggaran pada tahun baru ini harus dilandasi semangat untuk memperbaiki kesalahan serta tekad bersama membangun negara secara berkelanjutan.
“Kita telah 24 tahun merestorasikan kemerdekaan, kita telah melewati 24 tahun perang. Dua puluh empat tahun perang membuat rakyat menderita tetapi mudah diatasi. Namun, 24 tahun kemerdekaan dalam proses membangun negara sangat sulit, membangun negara dari Kepresidenan Republik, Parlemen Nasional, Pemerintah, dan Peradilan, ketika tidak ada komitmen untuk melangkah maju tetapi justru mundur,” kata Xanana Gusmão dalam sambutannya di aula Kementerian Keuangan, Aitarak-Laran, Dili.
Kepala Pemerintahan menyoroti bahwa persoalan terbesar dalam penyelenggaraan negara adalah lemahnya komitmen, meskipun tanggung jawab telah diberikan. Menurutnya, banyak pihak bersedia mengambil tugas, namun tidak menunjukkan kesungguhan dalam melaksanakannya.
“Oleh karena itu, saya meminta semua pihak untuk memulai tahun ini dengan tanggung jawab bekerja secara baik. Jika setiap orang tidak menjalankan tugasnya, maka pembangunan tidak akan pernah bergerak maju,” ujarnya.
Xanana menambahkan, apabila aparatur negara menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, maka Timor-Leste setidaknya tidak akan menjadi contoh yang buruk di mata dunia, bahkan berpeluang menjadi contoh yang baik.
Ia juga mengingatkan bahwa anggaran yang dikelola berasal dari uang rakyat, sehingga harus digunakan secara tepat dan bertanggung jawab, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pengadaan, hingga pelaksanaan.
“Semua orang harus berusaha. Tahun ini kita harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita telah meningkat, dan tahun depan menunjukkan bahwa kita telah membangun lebih banyak. Manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kemampuan melayani di setiap lembaga negara, dengan satu pikiran untuk melayani negara dan rakyat,” pintanya.
Sistem GRP 2026 yang diluncurkan berlandaskan pada Sistem Perencanaan Sumber Daya Pemerintah (FreeBalance) serta Kode Pengadaan dan Kontrak Publik Timor-Leste. Sistem ini menekankan prinsip value for money, yakni memperoleh kombinasi terbaik dari pekerjaan, barang, dan jasa berdasarkan biaya, durasi, kualitas, serta keberlanjutan, guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pemenuhan kebutuhan publik.
Tujuan utama penerapan kode pengadaan tersebut adalah memastikan penggunaan sumber daya publik secara bertanggung jawab, meningkatkan transparansi, serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip pengolahan elektronik sebagaimana diatur dalam pasal 15 dan 23, yang mewajibkan layanan dan entitas sektor publik menggunakan sarana elektronik dalam proses pengadaan dan kontrak publik.
Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Xanana Gusmão juga secara simbolis menyerahkan dokumen Anggaran Negara 2026 yang telah disahkan kepada lembaga-lembaga negara, menandai dimulainya pelaksanaan anggaran tahun berjalan.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




