DILI, 07 Januari 2026 (TATOLI)– Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, memaparkan proses sertifikasi Bandara Internasional Comandante-em-Chife das FALINTIL, Kay Rala Xanana Gusmão, di Suai, Covalima dan Bandara Internasional Rota do Sândalo di Oe-cusse dalam rapat Dewan Menteri.
Paparan tersebut menyoroti upaya Pemerintah dalam memperkuat keselamatan dan efisiensi operasi lalu lintas udara di kedua bandara, guna memastikan pengoperasian penerbangan yang memenuhi standar internasional Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) serta peraturan nasional yang berlaku.
Dalam wawancara dengan wartawan usai Rapat Dewan Menteri, di Kantor Pemerintah, Rabu ini, Menteri Miguel menjelaskan bahwa terdapat perbedaan kondisi antara kedua bandara dalam proses sertifikasi.
Menurutnya, Bandara Suai tidak menghadapi kendala berarti dalam pengoperasian penerbangan, sementara Bandara Rota do Sândalo di Oe-Cusse masih mengalami persoalan terkait wilayah udara (Aero Space).
“Seperti yang sering saya katakan, ketika pesawat terbang atau hampir memasuki wilayah udara Indonesia, itulah sebabnya saya meminta Otoritas Penerbangan Sipil Timor-Leste (AACTL) untuk menguji dan mensertifikasi bandara-bandara ini,” kata Menteri Miguel.
Ia menambahkan bahwa presentasi di Dewan Menteri bertujuan untuk memperoleh apresiasi dan persetujuan terhadap proses sertifikasi tersebut, sehingga ke depan AACTL dapat memberikan persetujuan resmi atas sertifikasi kedua bandara.
Menteri Miguel juga menegaskan bahwa Bandara Suai dirancang untuk mendukung pembangunan di wilayah Laut Selatan dan tidak ditujukan bagi penerbangan komersial reguler.
“Bandara di Suai untuk memperkuat pembangunan di Laut Selatan, sehingga pesawat logistik kecil dapat beroperasi di sana, bukan pesawat komersial,” jelasnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




