DILI, 23 Desember 2025 (TATOLI)—Duta Besar Timor-Leste untuk Portugal, Manuel Antonio Araújo Serrano, berkomitmen untuk menjalankan tugas dan misinya secara optimal sesuai dengan program strategis kerja sama bilateral yang telah disepakati antara Timor-Leste dan Portugal untuk periode 2024 hingga 2028.
Hal tersebut disampaikan Dubes Manuel Antonio Araújo Serrano usai bertemu Perdana Menteri (PM) Kay Rala Xanana Gusmão di Kantor Pemerintah, Dili, Selasa ini.
Ia menjelaskan bahwa sesuai prosedur diplomatik, seorang duta besar yang akan memulai penugasan di luar negeri terlebih dahulu menyampaikan salam serta meminta arahan dari Kepala Pemerintahan guna melanjutkan pelayanan dan kerja sama yang telah dibangun oleh duta besar sebelumnya.
“Pada hari ini saya memiliki kesempatan yang baik untuk menyapa sekaligus mendengarkan arahan dari Kepala Pemerintahan, terutama terkait program strategis kerja sama yang telah ditandatangani antara Timor-Leste dan Portugal untuk tahun 2024 hingga 2028, termasuk perhatian terhadap komunitas Timor-Leste yang berada di Portugal,” ujar Serrano.
Berita terkait : Presiden Ramos-Horta lantik Antonio Serrano sebagai Dubes Timor-Leste di Portugal
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program-program strategis tersebut akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, yakni pendidikan, keadilan, keamanan, pertahanan, serta ekonomi biru, sebagaimana tercantum dalam perjanjian bilateral kedua negara.
“Program-program ini akan terus saya lanjutkan sebagaimana yang telah dikerjakan oleh duta besar sebelumnya, sekaligus memastikan representasi Timor-Leste yang baik di negara penting seperti Portugal,” katanya.
Menurut informasi, Dubes Serrano dijadwalkan segera bertolak ke Portugal dalam waktu dekat, sembari menunggu penyelesaian proses administrasi yang tengah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama.
Untuk diketahui bahwa, Manuel Antonio Araújo Serrano dilantik oleh Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Demokratik Timor-Leste yang baru di Portugal pada 27 november lalu di Istana Negara Kepresidenan, Dili.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




